• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Dibubarkan di Sejumlah Kampus, Film Pesta Babi Memantik Debat Kebebasan Akademik

Melda by Melda
15/05/2026
in NASIONAL, POLITIK
Dibubarkan di Sejumlah Kampus, Film Pesta Babi Memantik Debat Kebebasan Akademik

SAIBETIK- Film dokumenter investigatif Pesta Babi tengah menjadi sorotan nasional setelah sejumlah agenda pemutaran dan diskusi di lingkungan kampus dilaporkan dibubarkan. Kontroversi tersebut memicu perdebatan luas mengenai kebebasan akademik, ruang diskusi publik, hingga sikap institusi terhadap kritik sosial dan isu pembangunan.

Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale itu mengangkat kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan, khususnya di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi.

Dalam dokumenter tersebut, ditampilkan berbagai dampak proyek pembangunan skala besar terhadap lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat lokal. Film itu menyoroti berkurangnya kawasan hutan adat, ancaman terhadap sumber pangan tradisional, hingga perubahan pola hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada alam.

BeritaTerkait

Diwarnai Dinamika Jelang Acara, Diskusi Film Pesta Babi Tetap Berlangsung di Bandar Lampung

Diskusi Film Pesta Babi Siap Digelar di Kampus Malahayati, Bahas Lingkungan dan Kebebasan Ekspresi

Selain itu, Pesta Babi juga menampilkan kekhawatiran masyarakat adat terhadap keberlangsungan budaya dan masa depan generasi mereka di tengah ekspansi pembangunan.

Namun, substansi film yang dianggap kritis terhadap kebijakan pembangunan dan Proyek Strategis Nasional memicu pro dan kontra di berbagai kalangan. Sebagian pihak menilai dokumenter tersebut penting sebagai bentuk kontrol sosial dan ruang penyampaian aspirasi masyarakat adat. Sementara pihak lain menganggap materi film terlalu sensitif dan berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Kontroversi semakin mengemuka setelah sejumlah agenda pemutaran film dihentikan di beberapa kampus. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan terjadi di Universitas Mataram.

Pembatalan kegiatan nonton bareng disebut dilakukan atas pertimbangan menjaga kondusivitas lingkungan kampus. Keputusan tersebut menuai kritik dari mahasiswa dan pegiat kebebasan berekspresi yang menilai kampus seharusnya menjadi ruang terbuka bagi diskusi ilmiah, termasuk terhadap isu-isu sensitif sekalipun.

Selain di Universitas Mataram, penghentian pemutaran juga dilaporkan terjadi di UIN Mataram dan Universitas Pendidikan Mandalika. Laporan serupa juga muncul dari sejumlah daerah lain seperti Ternate dan Yogyakarta, meskipun dengan detail yang berbeda-beda.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi diskursus nasional terkait batas kebebasan akademik dan ruang kritik di Indonesia. Sejumlah pengamat menilai respons terhadap film dokumenter semacam ini dapat mencerminkan sejauh mana negara maupun institusi publik membuka ruang dialog terhadap isu-isu strategis, termasuk pembangunan, lingkungan hidup, dan hak masyarakat adat.

Di tengah polemik yang berkembang, Pesta Babi dinilai berhasil memantik perhatian publik terhadap persoalan yang selama ini jarang mendapat sorotan luas. Kontroversi yang muncul sekaligus menunjukkan bahwa isu pembangunan, lingkungan, dan hak masyarakat adat masih menjadi tema sensitif yang membutuhkan pendekatan terbuka, transparan, dan dialogis.***

Source: IWANG BAGAS TAMA
Tags: Berita NasionalCypri Paju DaleDandhy Laksonodiskusi kampusfilm dokumenterkebebasan akademikkontroversi film dokumenterLingkungan Hidupmasyarakat adat PapuaPesta BabiProyek Strategis Nasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ketua KAN Sitapa Ungkap Pentingnya Sertipikat Tanah Ulayat bagi Masa Depan Nagari

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Dibubarkan di Sejumlah Kampus, Film Pesta Babi Memantik Debat Kebebasan Akademik

Dibubarkan di Sejumlah Kampus, Film Pesta Babi Memantik Debat Kebebasan Akademik

15/05/2026
Ketua KAN Sitapa Ungkap Pentingnya Sertipikat Tanah Ulayat bagi Masa Depan Nagari

Ketua KAN Sitapa Ungkap Pentingnya Sertipikat Tanah Ulayat bagi Masa Depan Nagari

15/05/2026
DPRD Lampung Selatan Tegaskan Anggaran Laundry Sudah Sesuai Aturan dan E-Katalog

DPRD Lampung Selatan Tegaskan Anggaran Laundry Sudah Sesuai Aturan dan E-Katalog

15/05/2026
Diwarnai Dinamika Jelang Acara, Diskusi Film Pesta Babi Tetap Berlangsung di Bandar Lampung

Diwarnai Dinamika Jelang Acara, Diskusi Film Pesta Babi Tetap Berlangsung di Bandar Lampung

15/05/2026
Dr. Fauzi Bangga, Banyak Orang Tua Non Sarjana Antar Anak Raih Gelar Sarjana

Dr. Fauzi Bangga, Banyak Orang Tua Non Sarjana Antar Anak Raih Gelar Sarjana

14/05/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved