• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Senin, Juni 22, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

SE Disdik Lampung Dinilai Jadi Tekanan Psikologis Anak Tanpa Ayah

Melda by Melda
17/12/2025
in Bandar lampung, REDAKSI
SE Disdik Lampung Dinilai Jadi Tekanan Psikologis Anak Tanpa Ayah

SAIBETIK— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung baru-baru ini mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.8.5/3149/V.01/DP.2/2025 terkait Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), yang menginstruksikan kehadiran fisik ayah saat pengambilan rapor siswa. Kebijakan ini mendapat kritik tajam karena dianggap menempatkan beban psikologis bagi anak-anak yang tumbuh tanpa sosok ayah atau dengan ayah yang tidak bisa hadir karena berbagai alasan pekerjaan atau kondisi sosial.

SE GEMAR ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak dengan premis sederhana: kehadiran fisik ayah di sekolah akan meningkatkan keterlibatan dan kesehatan psikososial anak. Namun, pakar pendidikan dan masyarakat menilai langkah ini terlalu literal dan tidak memperhitungkan kompleksitas realitas sosial di Lampung, di mana banyak keluarga menghadapi kesibukan ekonomi, jarak geografis, dan keterbatasan waktu.

“Tujuan meningkatkan keterlibatan orang tua sangat positif, tapi pemaksaan kehadiran fisik satu pihak justru bisa menjadi tekanan tambahan bagi anak-anak yang tidak memiliki ayah hadir,” ungkap M. Iqbal Farochi, mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. Ia menekankan bahwa kebijakan semacam ini berpotensi menjadi belati psikologis bagi siswa yang hidup dalam keluarga non-nuklir atau orang tua tunggal.

BeritaTerkait

Dedi Mulyadi Angkat Bicara soal SMA Siger, Tegaskan Pemda Harus Patuhi Regulasi

Siswa Naik Kelas hingga Pindah Sekolah Tak Lagi Dibebani Tunggakan Komite

Banyak ayah di Lampung bekerja sebagai buruh, petani, atau pegawai di kota lain, sehingga izin cuti untuk menghadiri pengambilan rapor bisa berdampak pada pendapatan harian dan kehidupan keluarga. Dalam konteks ini, kehadiran fisik bukan indikator nyata keterlibatan ayah, sementara anak-anak tetap menjadi pihak yang menanggung konsekuensi emosional dari ketidakhadiran orang tua yang dipaksakan melalui surat edaran.

Kritikus juga menyoroti bahwa SE GEMAR memperluas campur tangan birokrasi ke ranah privat keluarga. Pembagian peran domestik dan tanggung jawab orang tua adalah bagian dari kedaulatan rumah tangga yang idealnya tidak diatur oleh instruksi formal. Alih-alih memfokuskan perhatian pada kualitas pengajaran, kurikulum adaptif, dan fasilitas sekolah yang mendukung, dinas terkait terlihat lebih menekankan simbolisme kehadiran fisik.

Lebih jauh, kebijakan ini mengabaikan disparitas antarwilayah di Lampung. Sekolah di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) menghadapi keterbatasan sumber daya yang jauh lebih krusial daripada apakah ayah hadir di meja wali kelas. Anak-anak di daerah ini mungkin mengalami stres tambahan karena menyesuaikan diri dengan aturan yang tidak relevan dengan kondisi keluarga mereka.

Masyarakat dan akademisi menyarankan bahwa solusi untuk meningkatkan keterlibatan ayah dan orang tua harus berbasis fleksibilitas dan dukungan sistemik, seperti komunikasi daring, laporan digital, program pembelajaran kolaboratif, dan kegiatan yang melibatkan orang tua tanpa memaksakan kehadiran fisik. Dengan demikian, tujuan pendidikan dapat tercapai tanpa menimbulkan tekanan psikologis tambahan bagi anak-anak yang berpotensi rentan.

SE GEMAR menjadi cermin penting tentang perlunya kebijakan pendidikan yang sensitif terhadap keragaman keluarga dan realitas sosial. Memaksa kehadiran fisik orang tua bukanlah jalan terbaik untuk memperkuat keterlibatan dalam pendidikan; kualitas pengajaran, fasilitas yang memadai, dan pendekatan inklusif jauh lebih berpengaruh terhadap perkembangan anak.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: GEMARkebijakan pendidikanKeterlibatan Orang TuaKritikan PendidikanPendidikan AnakPendidikan LampungPsikologi AnakSE Disdik Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Musda XI Golkar Lampung Selatan, Momentum Konsolidasi dan Pemilihan Ketua Baru

Next Post

Bupati Pringsewu Kunjungi Gabe Farm Budidaya Melon Hidroponik

Next Post
Bupati Pringsewu Kunjungi Gabe Farm Budidaya Melon Hidroponik

Bupati Pringsewu Kunjungi Gabe Farm Budidaya Melon Hidroponik

Agus Sutanto Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Lampung Selatan 2025–2030

Agus Sutanto Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Lampung Selatan 2025–2030

118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku “Tanda Cinta” Segera Terbit

118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku “Tanda Cinta” Segera Terbit

Relawan Al Quds Lampung Kembali Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatera

Relawan Al Quds Lampung Kembali Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatera

Polres Tanggamus Tahan Kakon Atar Lebar Terkait Korupsi Dana Desa

Polres Tanggamus Tahan Kakon Atar Lebar Terkait Korupsi Dana Desa

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Sekjen DPP PAN Tekankan Tiga Kunci Kemenangan, Lampung Selatan Jadi Sorotan

Sekjen DPP PAN Tekankan Tiga Kunci Kemenangan, Lampung Selatan Jadi Sorotan

21/06/2026
Belgia Incar Kemenangan Perdana, Iran Datang dengan Ambisi Ciptakan Sejarah

Belgia Incar Kemenangan Perdana, Iran Datang dengan Ambisi Ciptakan Sejarah

21/06/2026
Wabup Tanggamus Minta Perbaikan Menyeluruh Usai Temukan Gangguan Sanitasi di RSUD Batin Mangunang

Wabup Tanggamus Minta Perbaikan Menyeluruh Usai Temukan Gangguan Sanitasi di RSUD Batin Mangunang

21/06/2026
Pelantikan Relawan Putri Zulhas dan DPRt PAN Tanggamus Berlangsung Meriah, Dua Kader Raih Hadiah Umrah

Pelantikan Relawan Putri Zulhas dan DPRt PAN Tanggamus Berlangsung Meriah, Dua Kader Raih Hadiah Umrah

21/06/2026
KPRI Handayani Diduga Tutup Sejak 2023, Anggota Tagih Hak yang Belum Dibayar

KPRI Handayani Diduga Tutup Sejak 2023, Anggota Tagih Hak yang Belum Dibayar

21/06/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved