• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Senin, Juni 22, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku “Tanda Cinta” Segera Terbit

Melda by Melda
18/12/2025
in Bandar lampung, REDAKSI
118 Puisi Peduli Bencana Sumatera Terpilih, Buku “Tanda Cinta” Segera Terbit

SAIBETIK— Panitia Puisi Peduli Bencana Sumatera 2025 mengumumkan 118 puisi yang lolos kurasi dan akan dimuat dalam buku Tanda Cinta bagi Korban Bencana Sumatera, Rabu (16/12/2025). Buku ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap banjir dan longsor besar yang melanda berbagai wilayah Sumatera pada penghujung 2025, sebuah tragedi yang merenggut ratusan nyawa dan memaksa hampir satu juta orang mengungsi dari rumah mereka.

Buku ini bukan sekadar antologi puisi bertema bencana. Mustafa Ismail, salah satu pemrakarsa sekaligus jurnalis dan penyair dari Aceh, menekankan bahwa karya-karya dalam buku ini merupakan bentuk kesaksian moral dan etis. “Puisi-puisi di dalamnya bukan sekadar ungkapan empati, melainkan bentuk kesaksian kolektif atas bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah Sumatera pada akhir 2025,” katanya. Kesaksian ini hadir sebagai refleksi yang menegaskan bahwa bencana bukan hanya peristiwa alam, melainkan hasil interaksi kompleks antara faktor ekologis, sosial, dan kebijakan manusia.

Keragaman penyair yang terlibat juga menjadi keistimewaan buku ini. Penyair berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Turki. Hal ini menunjukkan bahwa duka Sumatera tidak berdiri sendiri, tetapi beresonansi secara internasional. Mustafa menambahkan bahwa keberadaan penyair lintas negara ini menjadikan buku sebagai ruang dialog global yang menghubungkan pengalaman lokal dengan keprihatinan dunia.

BeritaTerkait

Produktif Berkarya, Isbedy Terbitkan Buku Puisi Ketiga dalam Setahun

Di Usia 68 Tahun, Paus Sastra Lampung Terus Berkarya dan Melahirkan Buku Baru

Secara tematik, puisi-puisi dalam buku ini menolak pandangan bahwa bencana adalah peristiwa alam yang netral. Dedy Tri Riyadi, kurator kegiatan ini, menjelaskan, “Bencana tidak diperlakukan sebagai peristiwa alam yang netral, melainkan sebagai simpul pertemuan antara hujan ekstrem, kerusakan lingkungan, kelalaian manusia, dan ketimpangan kuasa.” Dari puisi pembuka, Arus Deras Itu karya Ahmadun Yosi Herfanda, hingga Variabel Liar Persamaan karya Rintis Mulya, pembaca disuguhi refleksi tentang kehancuran ekologis dan sosial yang tak terpisahkan dari tindakan manusia.

Puisi-puisi lain juga menyoroti dampak sosial dan kultural bencana. Misalnya, Sobekan Perca Tanah Gayo karya Fikar W. Eda menghadirkan longsor dan banjir sebagai peristiwa yang memutus sejarah, budaya, dan hubungan masyarakat dengan lingkungan. Sementara puisi Isbedy Stiawan ZS, Jangan Tahan Tubuhku, mempersonifikasikan air sebagai entitas yang dilepaskan manusia sendiri setelah penebangan hutan dan pengrusakan ekosistem. Dimensi kehilangan spiritual dan personal juga muncul dalam karya Nanang R. Supriyatin, November Rain, dan Riri Satria, Doa untuk Kampung Halaman, yang menampilkan kisah anak, ibu, dan kampung yang kehilangan, serta doa sebagai jembatan antara yang selamat dan yang hilang.

Nada kritik terhadap kebijakan pemerintah juga muncul, seperti pada puisi Kurnia Effendi, yang secara terang menyebut izin dan kebijakan sebagai bagian dari masalah ekologis. Triyanto Triwikromo dalam Hanyut menggambarkan negara dan parlemen ikut hanyut, meninggalkan rakyat di atap rumah yang terendam. Melalui karya-karya ini, puisi menjadi medium untuk menuntut tanggung jawab dan kesadaran kolektif.

Iwan Kurniawan, jurnalis Tempo dan penggagas kegiatan ini, menegaskan, “Puisi-puisi itu menjadi tanda cinta bukan dalam arti romantik, melainkan keberanian untuk menyebut luka, menunjuk sebab, dan menolak lupa.” Buku Tanda Cinta bagi Korban Bencana Sumatera dijadwalkan terbit Desember 2025 oleh Ruang Merdeka Inspira. Peluncurannya akan digelar di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin pada 19 Desember 2025 melalui acara Panggung Puisi Bencana Sumatera, yang akan menampilkan pembacaan puisi, testimoni penyintas, dan penggalangan donasi untuk korban. Buku ini diharapkan menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang sering memadatkan bencana menjadi statistik, puisi mampu mengembalikan wajah, suara, dan identitas manusia yang terdampak.***

Source: Isbedy Stiawan
Tags: Banjir dan LongsorBuku PuisiPenyair InternasionalPuisi Peduli Bencanasastra IndonesiaSumatera 2025Tanda Cinta
ShareTweetSendShare
Previous Post

Agus Sutanto Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Lampung Selatan 2025–2030

Next Post

Relawan Al Quds Lampung Kembali Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatera

Next Post
Relawan Al Quds Lampung Kembali Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatera

Relawan Al Quds Lampung Kembali Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatera

Polres Tanggamus Tahan Kakon Atar Lebar Terkait Korupsi Dana Desa

Polres Tanggamus Tahan Kakon Atar Lebar Terkait Korupsi Dana Desa

Alih Fungsi Terminal Panjang Jadi SMA Siger Tertahan

Dua Polisi Dipecat Usai Sidang Etik Kasus Kalibata

Menteri ATR Dorong Revisi Tata Ruang Daerah Jawa Barat

Menteri ATR Dorong Revisi Tata Ruang Daerah Jawa Barat

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Sekjen DPP PAN Tekankan Tiga Kunci Kemenangan, Lampung Selatan Jadi Sorotan

Sekjen DPP PAN Tekankan Tiga Kunci Kemenangan, Lampung Selatan Jadi Sorotan

21/06/2026
Belgia Incar Kemenangan Perdana, Iran Datang dengan Ambisi Ciptakan Sejarah

Belgia Incar Kemenangan Perdana, Iran Datang dengan Ambisi Ciptakan Sejarah

21/06/2026
Wabup Tanggamus Minta Perbaikan Menyeluruh Usai Temukan Gangguan Sanitasi di RSUD Batin Mangunang

Wabup Tanggamus Minta Perbaikan Menyeluruh Usai Temukan Gangguan Sanitasi di RSUD Batin Mangunang

21/06/2026
Pelantikan Relawan Putri Zulhas dan DPRt PAN Tanggamus Berlangsung Meriah, Dua Kader Raih Hadiah Umrah

Pelantikan Relawan Putri Zulhas dan DPRt PAN Tanggamus Berlangsung Meriah, Dua Kader Raih Hadiah Umrah

21/06/2026
KPRI Handayani Diduga Tutup Sejak 2023, Anggota Tagih Hak yang Belum Dibayar

KPRI Handayani Diduga Tutup Sejak 2023, Anggota Tagih Hak yang Belum Dibayar

21/06/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved