oleh

Inovasi UBL Bikin Tapis Model Cap, Seniman Jogja Sebut Dibuat Dari Kertas Bekas

PESAWARAN – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Bandar Lampung (UBL), dalam pelatihan membuat Tapis menggalakan inovasi terbaru.

Kali ini, PkM UBL menggandeng seniman asal DIY Yogyakarta, membuat Tapis Lampung dengan metode cap yang ramah lingkungan lantaran memanfaatkan kertas bekas rumah tangga.

Pelatihan diaplikasikan langsung kepada warga Desa Negeri Katon Pesawaran, Senin (20/12/2021).

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UBL Ida Farida mengatakan jika melestarikan kain tapis memerlukan inovasi terbaru. Agar peninggalan budaya asli Lampung tersebut tetap diminati masyarakat Lampung.

“Pengembangan inovasi pembuatan kain tapis dengan metode cap yang ramah lingkungan merupakan salah satu hal yang dilakukan UBL agar kain tapis tetap di hati masyarakat Lampung,” kata Ida dalam keterangan tertulisnya.

Sementara, tim mitra PKM Redawati yang juga selaku Ketua Kelompok Pengrajin Tapis Jejama menyebut, pelatihan membuat kain tapis dengan metode cap tersebut merupakan langkah tepat mendorong pelestarian Tapis. Terlebih, UBL mendatangkan langsung seniman Yogyakarta.

‘’Meskipin ini duplikasi dari kain tapis asli, namun diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat Lampung terhadap budaya asli Lampung,” imbuhnya

Dalam kesempatan yang sama, Pemilik sanggar DongAji_batik Yogyakarta Nurohmat menjelaskan, dalam membuat Tapis dengan teknologi cap ramah lingkungan ini memanfaatkan kertas bekas.

‘’Alat cap ramah lingkungan ini dibuat dengan memanfaatkan kertas bekas, bisa digunakan untuk 32.000 kali cap. Ini artinya kita bisa berinovasi tapi juga bisa membantu mengurangi sampah kertas yang ada,” jelas Nurohmat.

Sama halnya dengan membuat tapis dengan benang emas, pembuatan desain kain tapis Lampung metode cap tetap  memerlukan presisi yang akurat.

“Pengrajin perlu mempertimbangkan pemotongan desain agar pengecapan dapat dilakukan secara bersambung (nyengget), dan ketelatatenan dari si calon pembuat cap,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan PkM didanai dari program penelitian kebijakan merdeka belajar kampus merdeka. Dan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian perguruan tinggi swasta tahun 2021 Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang beranggotakan  Soewito, Budhi Waskito, Noning Verawati, dan Hanindyalaila Pienrasmi.

Laporan Siska Purnama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed