SAIBETIK- Dunia pendidikan di Provinsi Lampung kembali menorehkan capaian membanggakan. Tingkat kelulusan siswa ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pencapaian tertinggi datang dari SMAN 14 Bandar Lampung yang berhasil mencatatkan 100 persen siswanya diterima di PTN melalui berbagai jalur seleksi nasional.
Tidak hanya itu, SMAN 1 Tegineneng juga mencatat prestasi luar biasa dengan 99 persen siswa diterima di PTN. Sejumlah SMA negeri lainnya di Provinsi Lampung pun berhasil mencatat angka kelulusan di atas 88 persen.
Atas capaian tersebut, LSM PRO RAKYAT menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Lampung.
Ketua Umum LSM PRO RAKYAT, Aqrobin AM, didampingi Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT Johan Alamsyah, S.E., menyampaikan kepada awak media pada Senin (8/6/2026) di Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, bahwa keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata meningkatnya kualitas sumber daya manusia generasi muda di Provinsi Lampung.
“Ini adalah capaian luar biasa dan patut diapresiasi bersama. Prestasi siswa-siswi Lampung tahun ini menunjukkan bahwa fokus pembangunan sumber daya manusia mulai terlihat hasilnya. Kami melihat ada keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan selama satu tahun terakhir,” ujar Aqrobin AM.
Menurutnya, keberhasilan tingkat kelulusan tinggi ke PTN tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi indikator positif bagi masa depan pembangunan daerah.
Ia menilai, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, kepala sekolah, orang tua murid, serta semangat belajar para siswa yang semakin kompetitif di tingkat nasional.
Sementara itu, Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT, Johan Alamsyah, S.E., mengatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus diikuti dengan penguatan dukungan anggaran pendidikan yang menyentuh langsung kebutuhan siswa.
“Kami berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dapat meningkatkan bantuan dana pendidikan bagi siswa. Jika saat ini bantuan pendidikan masih sekitar Rp600 ribu per tahun, maka kami mendorong agar pada Tahun Anggaran 2027 dapat ditingkatkan menjadi Rp750 ribu per tahun, dan bertahap hingga mencapai Rp1,2 juta per tahun pada 2029,” tegas Johan Alamsyah, S.E.
Menurut Johan, peningkatan bantuan pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menilai bantuan pendidikan yang memadai akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di sekolah, mengurangi beban ekonomi orang tua, sekaligus meningkatkan fokus siswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik.
“Ketika kebutuhan dasar pendidikan siswa dapat dibantu pemerintah daerah, maka sekolah dan orang tua murid bisa lebih fokus membentuk karakter, mental, disiplin, kreativitas, hingga prestasi siswa di bidang olahraga, seni, teknologi, dan kepemimpinan,” lanjut Johan.
LSM PRO RAKYAT juga menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari angka kelulusan akademik semata, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter generasi muda yang berintegritas, beretika, memiliki wawasan kebangsaan, dan mampu bersaing secara global.
Dalam keterangannya, LSM PRO RAKYAT turut memberikan sejumlah masukan strategis kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Dinas Pendidikan, di antaranya peningkatan pemerataan kualitas guru, penguatan program pembinaan karakter siswa, peningkatan fasilitas sekolah berbasis teknologi, serta perluasan akses beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu.
Selain itu, pihak sekolah juga diharapkan terus menjaga kualitas pendidikan, meningkatkan inovasi pembelajaran, serta memperkuat komunikasi dengan wali murid agar proses pendidikan berjalan secara terpadu antara sekolah dan keluarga.
Kepada para orang tua murid, LSM PRO RAKYAT juga mengimbau agar terus memberikan dukungan moral, pengawasan, dan motivasi kepada anak-anak dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital saat ini.
“Generasi muda hari ini adalah pemimpin Indonesia di masa depan. Karena itu pendidikan harus menjadi prioritas bersama, bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata,” tutup Aqrobin AM.***










