oleh

Lestarikan Kearifan Lokal Lampung, PKM UBL Latih Pengrajin Tapis Pemula

PESAWARAN – Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di Desa Negeri Katon, Pesawaran, Sabtu (19/12/2021).

PKM dengan memberikan pelatihan membuat Tapis bagi pemula itu, bertujuan untuk melestarikan  kearifan lokal Lampung.

Ketua tim pelaksana PKM UBL Soewito menyebut para pengrajin Tapis kategori pemula yang dilatih ini, kedepannya diharapkan dapat terus mencintai budaya asli Lampung, salah satunya Kain Tapis.

‘’Saya berharap para generasi penerus yang bergabung pada kegiatan hari ini, dapat terus melestarikan peninggalan generasi para leluhur yang sudah ada dan menjaga kearifan lokal di provinsi Lampung,” ungkap Soewito, dalam rilis yang diterima Saibetik.com, Senin (20/12/2021).

Peserta pelatihan PKM UBL ini tidak hanya mendapatkan ilmu membuat Tapis. Namun juga diberikan alat Tekang, yaitu alat untuk merentangkan kain pada saat menyulam benang emas.

Sehingga kedepan para pengrajin Tapis ini, bisa giat membuat Tapis yang bernilai ekonomi tinggi.

Foto Istimewa

‘’Saya yakin perkembangan kain tapis akan semakin berjaya di kancah nasional hingga ke internasional. Dan ini akan menjadi peluang yang sangat baik baik para pengrajin kain tapis dari segi ekonomi nya,” ungkap dia.

Sementara, mitra PKM dari Tapis Jejama Redawati menyambut baik kehadiran UBL dalam mengedukasi dan memberikan alat penekang kepada para penapis pemula di Desa Negeri Katon.
 
‘’Kami sangat mendukung sekali kegiatan seperti ini dan terbuka kepada seluruh pihak yang untuk bersama-sama bersinergi dalam menumbuhkan kecintaan masayarakat pada budaya lokal,” imbuh Redawati.

Ia berharal hasil dari kegiatan yang sudah dilakukan dapat meningkatkan produktifitas penapis pemula dan meningkatkan ekonomi

“Dengan begitu, pelestarian budaya lokal yakni kain tapis tetap dapat diteruskan dari generasi ke generasi, dan dapat membawa dampak pada peningkatan pada aspek kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Laporan Siska Purnama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed