oleh

Warga Yang Hendak Vaksinasi Cukup Bawa KTP el

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 20 Pejabat Forkopimda Kota Bandar Lampung sudah divaksinasi. Selanjutnya Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan mulai menyasar masyarakat.

Kepala Dinkes Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan, warga yang ingin melakukan vaksinasi. Bisa langsung mengunjungi pelayanan kesehatan di Bandar Lampung dengan membawa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP el).

“Cukup Bawa KTP saja, nanti Nik-nya di catet dan di barcode untuk hari ke 14 kedepan datang lagi,” kata Edwin.

Vaksinasi covid untuk warga Kota Bandar Lampung sementara digelar dalam sepekan, dengan target 620 warga Kota Bandar Lampung. Dan Untuk tetap menjaga protokol kesehatan, setiap Puskesmas akan membatasi sebanyak 20 orang warga setiap harinya.

“Mulai Senin sampai Minggu, akan ada vaksinasi untuk masyarakat dengan target awal 620 orang. Kalau sehari 20 orang disetiap Puskesmas saya rasa nggak akan sampai sepekan sudah selesai vaksinasi,” terangnya.

Fasilitas kesehatan (Faskes) dan vaksin sinovac, lanjut Edwin, sudah disediakan untuk didistribusikan ke 31 puskesmas dan 10 rumah sakit di Bandar Lampung. Termasuk, Klinik Kimia Farma dan klinik Telkom.

“Semua vaksin dan faskes ada di dinas, akan tersalurkan pada hari pelaksanaan. Setiap harinya puskes harus mengambil, nggak boleh di tinggal di puskes karena takut tidak ada tempat penyimpanan dikhawatirkan rusak,” imbuhnya.

Mulai Januari hingga April 2021 Pemkot juga menargetkan vaksinasi di kalangan tenaga kesehatan (nakes). Adapun sasarannya yakni, dokter, perawat, dan bidan.

Seluruh warga Bandar Lampung akan mendapatkan vaksin sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah, yang mana akan dilakukan bertahap mulai Senin (18/1/2021). Dan khusus nakes, Pemerintah Pusat menargetkan vaksinasi sebanyak 1,48 juta orang pada tahap awal. Dibulan Januari sebanyak 566.000 nakes, dan Februari 914.000 nakes.

“Jumlah tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan yang menjadi sasaran penerima vaksinasi Covid-19 sekitar 5.000-6.000 orang di tahap awal,” pungkasnya.(SAI03)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed