SAIBETIK- Harapan untuk kembali melihat dengan jelas mulai dirasakan puluhan warga di Kabupaten Pringsewu. Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polres Pringsewu menjaring 55 peserta untuk mengikuti program operasi katarak dan pterigium gratis yang diselenggarakan Polda Lampung.
Para peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Pringsewu mulai menjalani pemeriksaan kesehatan dan screening awal di RSUD Pringsewu pada Senin (18/5/2026). Tahapan screening dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 18, 20, dan 23 Mei 2026.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra melalui Kasi Dokkes, Penda Kemala Dewi, mengatakan keterlibatan aktif jajaran Polres Pringsewu dalam penjaringan peserta merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan penglihatan namun terkendala biaya pengobatan.
“Program ini menjadi bagian dari rangkaian bakti kesehatan Hari Bhayangkara ke-80. Kami berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan operasi katarak maupun pterigium agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis,” ujar Penda Kemala Dewi.
Ia menjelaskan, seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu guna memastikan kondisi pasien memenuhi syarat medis sebelum menjalani operasi.
“Hasil screening ini nantinya akan menentukan peserta yang dapat mengikuti operasi katarak dan pterigium yang dijadwalkan berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara pada 6 Juni 2026,” jelasnya.
Menurut Penda, proses penjaringan peserta dilakukan secara bertahap dengan melibatkan jajaran Polsek dan personel Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke masyarakat untuk mendata warga yang mengalami gangguan penglihatan.
“Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Pringsewu. Kami berharap kegiatan sosial ini benar-benar bisa membantu masyarakat untuk kembali beraktivitas dengan lebih baik,” tambahnya.
Salah satu peserta screening, Sarino, warga Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, mengaku bersyukur dapat mengikuti program operasi gratis tersebut. Selama beberapa tahun terakhir ia mengalami gangguan penglihatan akibat katarak yang membuat aktivitas sehari-harinya terbatas.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Selama ini penglihatan saya kabur dan sulit untuk beraktivitas normal. Semoga nanti bisa lolos screening dan operasi supaya bisa melihat lebih jelas lagi,” ungkap Sarino.
Program operasi katarak gratis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi warga kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis namun terkendala biaya.***






