SAIBETIK- Niat menolong teman justru berujung petaka. Dua remaja di Kabupaten Pringsewu, Lampung, dilaporkan hilang setelah hanyut terbawa derasnya arus Sungai Way Sekampung di Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, Sabtu (4/7/2026) siang.
Kedua korban diketahui bernama Faris (16), pelajar kelas X SMK asal Pekon Tulung Agung, dan Agam (16), pelajar kelas IX SMP asal Pekon Tegalsari. Keduanya merupakan warga Kecamatan Gadingrejo.
Kapolsek Gadingrejo IPTU Sugiyanto, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat para korban bersama sejumlah rekannya mandi di aliran Sungai Way Sekampung.
“Benar, dua remaja dilaporkan hanyut dan hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” kata Sugiyanto saat dikonfirmasi.
Sugiyanto menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika Faris dan Agam bersama lima rekannya datang ke lokasi sungai untuk berkemah dan berencana bermalam hingga Minggu (5/7/2026).
Di sekitar lokasi, mereka menemukan dua batang bambu dan satu batang pisang. Bahan-bahan tersebut kemudian diikat menggunakan tali dari batang pisang hingga menjadi rakit sederhana.
Sekitar pukul 11.45 WIB, seluruh remaja tersebut mandi di sungai. Tiga orang, yakni Fabrian, Bagas, dan Egi, berada di bagian sungai yang dangkal. Sementara Rafael, Qiefa, Agam, dan Faris menaiki rakit bambu.
Beberapa saat kemudian, Faris dan Agam turun dari rakit menuju area sungai yang diperkirakan hanya sedalam sepinggang. Namun derasnya arus sungai membuat rakit yang ditumpangi Rafael dan Qiefa hanyut terbawa arus.
Melihat kondisi tersebut, Faris dan Agam berusaha memberikan pertolongan kepada kedua rekannya. Nahas, keduanya justru ikut terseret derasnya arus Sungai Way Sekampung.
Sementara itu, Rafael dan Qiefa berhasil diselamatkan oleh rekannya, Egi. Namun hingga berita ini ditulis, Faris dan Agam masih belum ditemukan.
“Saat ini, aparat gabungan dari kepolisian, tim SAR, BPBD, bersama masyarakat masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Way Sekampung untuk menemukan kedua korban,” tandas Sugiyanto.
Proses pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian, tim SAR, BPBD, serta masyarakat setempat guna menemukan kedua remaja yang dilaporkan hilang.***








