• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Jumat, Oktober 2, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Lampung Timur

Sepuluh Tahun Berlalu, Luka Jerat Masih Membekas pada Erin, Gajah Betina Way Kambas

Melda by Melda
02/10/2026
in Lampung Timur, REDAKSI
Sepuluh Tahun Berlalu, Luka Jerat Masih Membekas pada Erin, Gajah Betina Way Kambas

SAIBETIK- Sepasang kaki besar melangkah perlahan di tengah kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kamis (1/10/2026). Di antara gajah-gajah lain yang bergerak bebas, seekor gajah betina tampak memiliki kondisi yang berbeda.

Namanya Erin.

Tubuhnya kini terlihat sehat dan kuat. Namun, bagian belalainya tidak lagi utuh. Sebuah luka lama yang bermula dari jerat pemburu liar sekitar satu dekade lalu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya hingga sekarang.

BeritaTerkait

Plat Besi di Bawah Innova Jadi Petunjuk, Polisi Gagalkan Pengiriman 27 Kg Sabu

Tinggalkan Rantai dan Gancu, Way Kambas Siapkan Gajah Hidup Lebih Bebas

Bagi gajah, belalai bukan sekadar bagian tubuh. Organ tersebut menjadi alat utama untuk mengambil makanan, minum, menyentuh benda, hingga membantu mendinginkan tubuh.

Erin harus menjalani semua itu dengan keterbatasan.

Kisah pilu Erin bermula pada 13 Juli 2016 di kawasan Susukan Baru. Saat itu, Erin masih berusia sekitar 2,5 hingga 3 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan.

Tubuhnya kurus. Luka pada ujung belalainya telah membusuk. Dalam kondisi tersebut, Erin tidak mampu mengikuti pergerakan kelompoknya hingga akhirnya ditemukan seorang diri.

Tim patroli kemudian melakukan evakuasi dan membawa Erin untuk mendapatkan perawatan.

Sejak saat itu, Sukowiyono (56), seorang mahout yang telah mengabdi sejak 1995, menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan hidup Erin.

“Yang jelas dari laporan kepala resort, terus dari tim patroli kita yang mengambil. Terus dibawa ke sini. Yang jelas sudah luka, luka benar. Itu sekitar umur 2,5 tahun, 3 tahun lah itu. Dulu sendiri. Ditinggal induknya,” kenang Sukowiyono.

Merawat Erin bukan pekerjaan sederhana.

Keterbatasan belalai membuat Erin tidak bisa melakukan sejumlah aktivitas sebagaimana gajah normal. Ia kesulitan mengambil air dan tidak bisa menggunakan belalainya untuk menyiramkan lumpur ke tubuh.

Karena itu, perawatan harus dilakukan lebih ekstra.

“Lebih ekstra. Karena dia putus belalainya, terus enggak seperti gajah lain bisa main lumpur di rawa. Siang kita telaten mandiin lumpur biar dingin badannya. Terus makan juga kita ajarin,” tutur Sukowiyono.

Pada masa awal, Erin bahkan harus dibantu ketika makan. Sukowiyono secara perlahan mengajarinya mengambil makanan menggunakan sisa belalai yang dimiliki.

Pendekatan juga dilakukan dengan memberikan makanan tambahan agar Erin terbiasa kembali berinteraksi dengan manusia.

“Memang sudah ada makanan, cuma kita kasih tambahan dari kita. Biar pendekatan-pendekatan. Ya memang sudah profesi kita dan sudah tupoksi kita di sini sesuai dengan SK. Kita melatih gajah,” ujarnya.

Waktu kemudian berjalan.

Sepuluh tahun setelah ditemukan dalam kondisi nyaris tak berdaya, Erin kini telah tumbuh menjadi gajah betina berusia sekitar 13 tahun.

Tubuhnya berkembang sehat. Namun, keterbatasan fisik tetap membuat Erin memiliki perilaku yang berbeda dari gajah lainnya.

Ia cenderung menyendiri dan terlihat lebih berhati-hati ketika berada di dekat gajah yang berukuran lebih besar.

“Namanya cacat, makanya dia agak minder lah yang jelas itu. Karena lebih besar yang mendekati. Kalau sama yang kecil juga enggak apa-apa,” kata Sukowiyono.

Masa depan Erin masih menunggu arah program konservasi selanjutnya. Namun, bagi Sukowiyono, satu hal tidak berubah: Erin tetap harus dirawat dan didampingi.

“Kita kan nunggu program ini nanti bagaimana. Kita belum tahu. Alhamdulillah sampai sekarang semangat. Tiap hari semangat,” tegasnya.

Erin mungkin tidak akan pernah mendapatkan kembali belalainya seperti semula.

Tetapi hidupnya menjadi bukti bahwa kehilangan bagian tubuh bukan berarti kehilangan kesempatan untuk bertahan.

Sepuluh tahun berlalu, Erin masih berdiri di Way Kambas.

Di balik belalai yang tak lagi utuh, tersimpan kisah panjang tentang luka, perjuangan, adaptasi, dan ketulusan seorang manusia yang memilih menjaga seekor gajah agar tetap bertahan hidup.***

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kasus Dugaan Korupsi PT LEB, LSM PRO RAKYAT Desak Kejati Telusuri Aliran Dana dan Pihak Lain

Next Post

Tinggalkan Rantai dan Gancu, Way Kambas Siapkan Gajah Hidup Lebih Bebas

Next Post
Tinggalkan Rantai dan Gancu, Way Kambas Siapkan Gajah Hidup Lebih Bebas

Tinggalkan Rantai dan Gancu, Way Kambas Siapkan Gajah Hidup Lebih Bebas

Plat Besi di Bawah Innova Jadi Petunjuk, Polisi Gagalkan Pengiriman 27 Kg Sabu

Plat Besi di Bawah Innova Jadi Petunjuk, Polisi Gagalkan Pengiriman 27 Kg Sabu

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Plat Besi di Bawah Innova Jadi Petunjuk, Polisi Gagalkan Pengiriman 27 Kg Sabu

Plat Besi di Bawah Innova Jadi Petunjuk, Polisi Gagalkan Pengiriman 27 Kg Sabu

02/10/2026
Tinggalkan Rantai dan Gancu, Way Kambas Siapkan Gajah Hidup Lebih Bebas

Tinggalkan Rantai dan Gancu, Way Kambas Siapkan Gajah Hidup Lebih Bebas

02/10/2026
Sepuluh Tahun Berlalu, Luka Jerat Masih Membekas pada Erin, Gajah Betina Way Kambas

Sepuluh Tahun Berlalu, Luka Jerat Masih Membekas pada Erin, Gajah Betina Way Kambas

02/10/2026
Kasus Dugaan Korupsi PT LEB, LSM PRO RAKYAT Desak Kejati Telusuri Aliran Dana dan Pihak Lain

Kasus Dugaan Korupsi PT LEB, LSM PRO RAKYAT Desak Kejati Telusuri Aliran Dana dan Pihak Lain

02/10/2026
50 Kg Sabu Ditemukan di Bawah Jok BMW, Tiga Orang Diamankan Polres Lampung Selatan

50 Kg Sabu Ditemukan di Bawah Jok BMW, Tiga Orang Diamankan Polres Lampung Selatan

02/10/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved