oleh

Tabrak Aturan, Lima Kedai Bakso Sony Disegel Tim Pajak

BANDAR LAMPUNG – Menindaklanjuti kegiatan penertiban pajak dan pengunaan tapping box di Bakso dan Mie Ayam Son Haji Sony, Tim Pengendalian, Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandar Lampung menutup lima Kedai Bakso Sony grup.

Diantaranya, Restaurant Bakso Sony yang berada di Jalan ZA Pagar Alam, Bakso Sony Jalan Sultan Agung Way Halim, Jalan Ratu Dibalau Tanjung Senang, Jalan Endro Suratmin dan Bakso Sony Jalan Pangeran Antasari Bandar Lampung.

Penyegelan sementara oleh Tim Terpadu TP4D Kota Bandar Lampung itu disinyalir Sony grup menabrak Perturan Daerah dan Peraturan Wali Kota, terkait pengunaan tapping box guna transparansi masukan pajak restauran sebesar 10%.

Kepala Inspektorat Kota Bandar Lampung, M Umar mengatakan, tim terpadu TP4D melakukan penindakan pada lima cabang Bakso Sony. Sidak dilakukan guna menindaklanjuti adanya pengusaha wajib pajak yang tidak mengunakan tapping box (alat perekam transaksi pembayaran) secara maksimal.

“Hal ini bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) No.6 tahun 2018, dan Perwali No. 43 tahun 2018. Maka kita lakukan penertiban,” ujar Umar, usai sidak ke Bakso dan Mie Ayam Son Haji Sony di Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Selasa (15/6/2021).

Umar menjelaskan, selain didasari oleh ketidaktaatan Sony grup terhadap Perda dan Perwali. Tindak lanjut kegiatan juga berdasarkan rekomendasi dari BPK dan KPK. Sebab sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan persuasi berupa edukasi terkait pengunaan tapping box.

“Oleh karena itu tim terpadu turun melakukan ini, karena sejak dari 2018 pengunaan tapping box tidak disampaikan. Nah, sekarang persuasi menurut saya sudah cukup, maka pemerintah melakukan penegakan hukum,” jelas Umar.

Foto Saibetik

Terkait dengan penyegelan tersebut, lanjut Umar, TP4D memberikan kesempatan Bakso dan Mie Ayam Son Haji Sony grup untuk menyelesaikan dan menaati prosedur.

“Tentunya memakai tapping box sesuai ketentuan yang berlaku. Itu harapan kita. Jadi bukan masalah pajaknya, yang terpenting bagaimana tapping box ini dilakukan secara maksimal dan transparan kan enak. Berapapun yang masuk, jujur, inilah yang dibayar. Karena yang bayar pajak ini bukan dia, tapi masyarakat,” tegasnya.

Laporan Siska Purnama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed