SAIBETIK- Terindikasi, ada gerakan sistematis dan masif yang mencoba menyeret sejumlah pejabat dalam kasus yang menimpa Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantara, yakni kasus 387 Tenaga Honorer Fiktif di Pemkot Metro.
Upaya yang coba gerakan ini lakukan, agaknya mengarah kepada Wali Kota Metro terdahulu dan para pemangku kebijakan lainnya yang setara dengan Kepala BKPSDM.
Indikasinya dari sebaran surat keputusan Wali Kota Metro, sebaran hononarium Tenaga Honorer itu sendiri hingga surat analisa kewaspadaan dini berkop Kesbangpol Lampung Tengah kepada Plt Bupati sampai Kemendagri yang bertanda tangan bagian Kesa Drs. H. Ahmad Subagjo.
Namun sementara ini berkas-berkas tersebut diduga palsu sebab setelah melalui berbagai konfirmasi, wartawan setempat mengatakan tidak ada pejabat di Lampung Tengah yang bernama Ahmad Subagjo.
Gerakan ini pun tergolong senyap. Pengirim berkas-berkas itu mengaku pengurus LSM. Tapi setelah mengirim semacam kegaduhan, nomor Whatssappnya tidak lagi aktif.
Setelah nomornya tidak lagi aktif, kemudian muncul lagi gerakan mengirim video yang diduga AI.
Videonya membahas isi surat keputusan Wali Kota Metro yang meminta Kepala BKPSDM merekrut tenaga honorer karena melihat kebutuhan dan meminta berbagai stakeholder dalam kasus tersebut juga memeriksa kepala-kepala instansi yang menerima tenaga honorer dalam skandal ini.
Yang membuat kecurigaan kian mendalam, gerakan ini selalu pelaku lakukan malam hari di atas pukul 22.00 WIB (waktu redaksi menerima sebaran).
Siapa mereka karena ada kemungkinan gerakan ini lebih dari satu orang sebab dari berkas-berkas yang ada, pelaku tergolong sangat niat dalam melaksanakan tugasnya.
Dapat dilihat dari pencatutan kop surat Kesbangpol dan rumusan-rumusan masalah yang mereka ketik berlembar-lembar.
Sejauh ini redaksi masih terus mencari akses informasi dan terbuka bagi pihak-pihak yang ingin memberi keterangan atau klarifikasi.***







