• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Jumat, Oktober 23, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Bahaya Salah Gunakan Kecerdasan Buatan

Melda by Melda
23/10/2026
in Lampung, PENDIDIKAN, Pringsewu
IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Bahaya Salah Gunakan Kecerdasan Buatan

SAIBETIK – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin mengubah dunia pendidikan. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI juga menyimpan tantangan serius, mulai dari plagiarisme hingga risiko penyebaran informasi yang keliru. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam workshop Institut Bakti Nusantara (IBN) Pringsewu yang menghadirkan pakar AI dari tim peneliti Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.

Workshop yang digelar pada Rabu (21/10/2026) tersebut menghadirkan Satria Abadi, M.T.I., Ph.D., dosen Institut Bakti Nusantara sekaligus anggota tim peneliti UPSI Malaysia. Kegiatan ini membahas bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan secara produktif, bertanggung jawab, dan beretika, khususnya dalam kegiatan akademik.

Melalui kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa diajak memahami bahwa AI bukan sekadar alat untuk mempercepat pekerjaan, tetapi juga teknologi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, dan tanggung jawab penggunanya.

BeritaTerkait

Tapis Lampung Naik Kelas! Pengrajin Mahan Tapis Didorong Kuasai Digital Marketing

Almira Nabila Fauzi Gandeng Yayasan Lamban Puan Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Pakar AI Ungkap Peluang Besar Kecerdasan Buatan di Kampus

Dalam pemaparannya, Satria Abadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI, terutama Generative AI, membuka peluang baru bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi.

Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pencarian informasi, analisis data, pengembangan perangkat lunak, penyusunan bahan pembelajaran, hingga mendukung proses penelitian ilmiah.

Meski demikian, penggunaan AI tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, seperti plagiarisme, keamanan data, privasi, bias algoritma, ketidakakuratan informasi, hingga ketergantungan berlebihan terhadap teknologi.

“Artificial Intelligence harus digunakan sebagai teknologi pendukung kecerdasan manusia, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir,” kata Satria Abadi.

Ia menegaskan, pengguna AI di lingkungan akademik harus mampu memeriksa kembali informasi yang dihasilkan, menjaga orisinalitas karya ilmiah, serta bertanggung jawab atas hasil pekerjaan yang memanfaatkan teknologi tersebut.

Jangan Asal Pakai AI, Integritas Akademik Tetap Jadi Kunci

Salah satu poin penting dalam workshop IBN Pringsewu adalah penerapan prinsip Responsible AI atau penggunaan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab.

Menurut Satria, prinsip tersebut mencakup transparansi, akuntabilitas, keamanan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual.

Dalam konteks perguruan tinggi, mahasiswa perlu memahami batasan penggunaan AI saat mengerjakan makalah, laporan praktikum, tugas akhir, skripsi, hingga publikasi ilmiah.

AI memang dapat membantu mahasiswa mengeksplorasi ide, memahami materi, dan meningkatkan produktivitas. Namun, teknologi tersebut tidak boleh dijadikan sarana untuk memanipulasi data, membuat referensi fiktif, atau melakukan pelanggaran integritas akademik.

Karena itu, kemampuan menggunakan AI perlu diimbangi dengan kejujuran akademik dan pemahaman terhadap materi yang dipelajari.

Pesan utamanya, teknologi boleh semakin canggih, tetapi kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab ilmiah tetap tidak bisa diabaikan.

IBN Dorong Dosen dan Mahasiswa Siap Hadapi Era AI

Workshop yang diikuti dosen serta mahasiswa semester 5 dan 7 Institut Bakti Nusantara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IBN, Didi Susianto, M.Kom.

Dalam sambutannya, Didi mengatakan bahwa kehadiran narasumber dengan pengalaman penelitian internasional diharapkan dapat memperluas wawasan sivitas akademika mengenai perkembangan AI dan penerapannya dalam pendidikan, penelitian, serta dunia kerja.

Ia menilai perguruan tinggi perlu mempersiapkan dosen dan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, AI telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, penelitian, pengolahan data, hingga pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, pemanfaatannya perlu dilakukan secara optimal tanpa mengabaikan integritas akademik.

“Perkembangan Artificial Intelligence memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi,” ungkap Didi.

Ia juga berharap mahasiswa IBN tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi mampu mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa Institut Bakti Nusantara tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

AI Bukan Pengganti Berpikir Kritis

Kegiatan akademik tersebut dimoderatori Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara, Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM.

Menurut Miswan, perkembangan kecerdasan buatan merupakan fenomena global yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh dosen dan mahasiswa.

AI, katanya, bukan sekadar teknologi untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Jika digunakan secara tepat, teknologi ini juga dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas pengambilan keputusan.

“Mahasiswa harus memahami bahwa kecerdasan buatan merupakan alat bantu, bukan untuk menggantikan proses berpikir kritis,” jelasnya.

Melalui workshop ini, Institut Bakti Nusantara berharap sivitas akademika semakin siap menghadapi era kecerdasan buatan dengan kemampuan digital yang lebih baik, tanpa mengesampingkan etika, kejujuran, dan tanggung jawab akademik.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan memanfaatkan AI secara cerdas dan bertanggung jawab menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. ***

Source: WAHYU WIDODO
Tags: Artificial IntelligenceGenerative AIIBN PringsewuInstitut Bakti NusantaraPakar AI MalaysiaPendidikan DigitalResponsible AITeknologi Kecerdasan BuatanUniversiti Pendidikan Sultan IdrisWorkshop AI
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kisah Haru Seppira Azzahra, Anak Guru Honorer yang Lulus Sarjana Hukum Berkat Perjuangan Orang Tua

No Result
View All Result

Berita Terbaru

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Bahaya Salah Gunakan Kecerdasan Buatan

IBN Pringsewu Hadirkan Pakar AI dari Malaysia, Mahasiswa Diingatkan Bahaya Salah Gunakan Kecerdasan Buatan

23/10/2026
Kisah Haru Seppira Azzahra, Anak Guru Honorer yang Lulus Sarjana Hukum Berkat Perjuangan Orang Tua

Kisah Haru Seppira Azzahra, Anak Guru Honorer yang Lulus Sarjana Hukum Berkat Perjuangan Orang Tua

23/10/2026
Green Policing Polres Lampung Selatan di Batu Perahu Krakatoa, Tanam Pohon demi Lingkungan Lestari

Green Policing Polres Lampung Selatan di Batu Perahu Krakatoa, Tanam Pohon demi Lingkungan Lestari

23/10/2026
Unila Go Beyond Achievement, Dr. Budiono Tekankan Inovasi dan Dampak bagi Masyarakat

Unila Go Beyond Achievement, Dr. Budiono Tekankan Inovasi dan Dampak bagi Masyarakat

23/10/2026
Kesempatan Guru Bahasa Inggris di Lampung, Puisi Berpeluang Terbit dalam Antologi

Kesempatan Guru Bahasa Inggris di Lampung, Puisi Berpeluang Terbit dalam Antologi

23/10/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved