• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Kamis, Juli 9, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Puisi Muhammad Alfariezie Disebut Dekat dengan Tradisi Simbolisme Kontemporer Eropa

Melda by Melda
09/07/2026
in Bandar lampung, PENDIDIKAN
Puisi Muhammad Alfariezie Disebut Dekat dengan Tradisi Simbolisme Kontemporer Eropa

SAIBETIK- Meninjau puisi-puisi hebat penyair terpopuler 2026 ini akan lebih tepat dari perspektif
kritik sastra Spanyol kontemporer, khususnya pendekatan yang berkembang pada dekade 2020-an sebagaimana tampak dalam pemikiran Vicente Luis Mora mengenai lirik pasca-digital dan perluasan fungsi metafora.

Dari perspektif tersebut, lima puisi Muhammad Alfariezie cenderung memperlihatkan citraan sebagai ruang berpikir, bukan sekadar ornamen bahasa.

Dalam Cinta Bunga Rindu, Termenung Rindu Berbunga, dan Tempat Segala Harap Perengkuh Bara Api, ia tak mengarahkan metafora bunga, cahaya, hujan, dan lanskap untuk menghadirkan romantisme konvensional, melainkan membangun hubungan antara pengalaman batin dan perubahan ruang sosial.

BeritaTerkait

Dari “Pintu Bagi Si Rajin” hingga “Penikmat Dua Ribu Lima Ratusan”: Membaca Estetika Puisi Muhammad Alfariezie

PDS HB Jassin Fasilitasi Perayaan Milad Isbedy Stiawan ZS dan Peluncuran Buku Puisi 68

Struktur lariknya yang pendek, penuh jeda, dan sering menghindari penjelasan logis menciptakan apa yang oleh kritik Spanyol mutakhir dipandang sebagai poesía de la incertidumbre, yaitu puisi yang sengaja mempertahankan ambiguitas agar pembaca menjadi bagian dari proses penciptaan makna.

Dengan demikian, kekuatan utama Alfariezie bukan berada pada narasi, melainkan pada kemampuannya memindahkan pengalaman emosional ke dalam simbol-simbol yang terus terbuka terhadap berbagai kemungkinan tafsir. Berikut ini 5 puisinya:

Cinta Bunga Rindu

Pertemuan adalah perisitwa
yang kadang di luar rencana
dan cinta bisa juga seperti
bunga yang mekar ketika
matahari tidak lagi berkuasa

Sehingga sering kita tidak sadar
bahwa ternyata betapa dekat
dan akrab dalam rindu

Sehingga di masing-masing ruang
kita berimaji, meresap tiap bait dan
larik-larik bayang kemarin meski
waktu itu sebatas saling tatap
tersenyum lugu

2024

Dewa Perang

Dewa perang mengatur rencana
damai untuk ruang ideal kehidupan
bagi bidadari surga mengalirkan
senja dan mekar bunga fajar

Sepi kesendirian ialah nikmat berjuang
karena sunyi mencinta adalah
kemungkinan yang musykil terpisah
meski tuhan berjarak indah dengannya

Dalam panjang dan luas jurang perapian
di setapak medan tempur nanti tetap
satu niatnya agar kita tidak tercabik-
terkubur jahat raja dan anak-anaknya

2024

Termenung Rindu Berbunga

Saat-saat hujan saya memanggil-manggil
bulan dari butir-butir kaca

Dan saat-saat terang termenung membuka
jendela

Rindu yang tercipta telah berbunga, ternyata

Sejuk sinarnya sekadar pergeseran lanskap
yang tak mampu mengubah gerak visi saya

2024

Tempat Segala Harap Perengkuh Bara Api

Yang memandang mentari dengan
mata berbinar

Ketahuilah ladang pangan tumbuh
sejuk di sini

Tempat segala harap perengkuh
bara api dan tempat aliran bunga
kembang manis merah sedang
mencipta aliran spiritual

Mungkin di sini, kemelaratan adalah
bulan tidur di ranjang tua atau
barangkali hutan metropolis sesak
penunggang kuda

2024

Jenderal Rumah Jagal

Patah terbakar ringkih penggenggam
cawan pahit kebahagiaan karena
tangan nasib dari dewan jenderal
rumah jagal

Bahwa cinta ialah satu-satunya
kebebasan di dunia adalah ringkik kuda
betina ditusuk preman ibukota

Bagai pohon tua menjulang di dalam
badai hujan, mereka yang mencintai
negeri ini dari fajar sampai senja
berak nanah justru mati terhina

2024

Namun, melalui sudut pandang kritik sastra modern Spanyol tersebut, terdapat pula catatan kritis yang penting.

Dalam Dewa Perang dan Jenderal Rumah Jagal, Alfariezie menghadirkan energi simbolik yang sangat kuat melalui benturan citraan religius, politik, dan kekerasan sosial, tetapi kepadatan metafora kadang membuat hubungan antarsimbol menjadi terlalu eliptis sehingga kehilangan pusat gravitasi semantis.

Imaji seperti “bidadari surga”, “raja”, “rumah jagal”, “preman ibu kota”, hingga “ringkik kuda betina” membentuk lanskap puitik yang menggugah, tetapi sesekali melompat terlalu jauh tanpa jembatan asosiasi yang memadai.

Meski demikian, justru keberanian melakukan lompatan-lompatan metaforis inilah yang membedakan Muhammad Alfariezie dari kecenderungan puisi Indonesia yang masih dominan mengandalkan narasi atau pengakuan personal.

Ia membangun dunia puitik yang lebih dekat dengan tradisi simbolisme kontemporer Eropa, di mana makna lahir dari benturan citraan, bukan dari penjelasan, sehingga puisinya menunjukkan potensi sebagai salah satu eksperimen lirik Indonesia yang paling menarik pada generasi 2020-an.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Kritik SastraMuhammad AlfarieziePenyair IndonesiaPuisi Indonesiapuisi modernsastra IndonesiaSimbolismesimbolisme kontemporerVicente Luis Mora
ShareTweetSendShare
Previous Post

Umi Laila Gandeng DMI Pringsewu, Perkuat Sinergi Demi Kesejahteraan Umat

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Puisi Muhammad Alfariezie Disebut Dekat dengan Tradisi Simbolisme Kontemporer Eropa

Puisi Muhammad Alfariezie Disebut Dekat dengan Tradisi Simbolisme Kontemporer Eropa

09/07/2026
Umi Laila Gandeng DMI Pringsewu, Perkuat Sinergi Demi Kesejahteraan Umat

Umi Laila Gandeng DMI Pringsewu, Perkuat Sinergi Demi Kesejahteraan Umat

09/07/2026
Pagelaran Wayang Kulit Semarakkan Bersih Desa Ke-116 Wonodadi, Wabup Umi Laila Sampaikan Pesan Kebersamaan

Pagelaran Wayang Kulit Semarakkan Bersih Desa Ke-116 Wonodadi, Wabup Umi Laila Sampaikan Pesan Kebersamaan

09/07/2026
Pemkab Lampung Selatan Siapkan Rp87,62 Miliar Demi Jaga Status UHC Prioritas

Pemkab Lampung Selatan Siapkan Rp87,62 Miliar Demi Jaga Status UHC Prioritas

09/07/2026
PAD Lampung Timur Jadi Sorotan, Perbandingan Kepemimpinan Ela Siti Nuryamah dan Dawam Rahardjo Memicu Diskusi

PAD Lampung Timur Jadi Sorotan, Perbandingan Kepemimpinan Ela Siti Nuryamah dan Dawam Rahardjo Memicu Diskusi

09/07/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved