• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Isbedy Stiawan Luncurkan Puisi Bencana Kenduri Sumatera

Melda by Melda
04/01/2026
in Bandar lampung, REDAKSI
Isbedy Stiawan Luncurkan Puisi Bencana Kenduri Sumatera

SAIBETIK- Awal tahun 2026 dibuka dengan peluncuran buku puisi Kenduri Sumatera karya penyair Isbedy Stiawan ZS. Buku ini menghimpun suara sastra yang merekam bencana alam di berbagai wilayah Sumatera, sekaligus menawarkan refleksi tentang kemanusiaan, empati, dan respons sosial atas musibah yang terjadi.

Diterbitkan oleh Siger Publisher, Kenduri Sumatera memuat 29 puisi bertema bencana. Mayoritas puisi tersebut ditulis Isbedy sepanjang Desember 2025 hingga Januari 2026, sementara empat puisi lainnya berasal dari tahun 2018 yang mengangkat gempa dan tsunami di Lombok, Banten, serta Lampung. Keseluruhan karya ini memperlihatkan kesinambungan perhatian Isbedy terhadap peristiwa kemanusiaan lintas waktu dan wilayah.

Isbedy menjelaskan bahwa Sumatera menjadi ruh utama dalam buku ini. Inspirasi puisinya berangkat dari berbagai bencana yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang menurutnya tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga jejak emosional dan sosial yang dalam.

BeritaTerkait

Puisi Isbedy Lolos Antologi “Air Mata Sumatera” di Padang Panjang

Bedah Buku di Taman Budaya Lampung Ditutup Aksi Puisi Isbedy Stiawan ZS dan Putrinya

“Ruh dari puisi-puisi saya dalam buku ini ada Sumatera. Saya terinspirasi dari bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” kata Isbedy, Sabtu (3/1/2026).

Namun Kenduri Sumatera tidak hanya berbicara tentang duka dan ratapan. Isbedy juga menyoroti sisi lain dari peristiwa bencana, termasuk ironi dan “komedi” sosial yang kerap menyertainya. Ia merekam bagaimana sebagian tokoh publik datang ke lokasi bencana sekadar untuk berfoto atau menampilkan citra empati di ruang publik.

“Semua itu saya catat. Puisi-puisi di buku ini adalah rekaman, catatan, dan kesaksian saya atas musibah di Sumatera dan Indonesia secara umum,” ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat Kenduri Sumatera tidak berhenti sebagai ekspresi emosional, tetapi juga menjadi kritik sosial yang halus. Puisi-puisi di dalamnya menghadirkan kesedihan korban sekaligus mempertanyakan sikap dan respons yang muncul di sekeliling tragedi.

Gagasan penerbitan buku puisi khusus bencana ini, menurut Isbedy, juga mendapat dorongan dari Lukman Hakim Daldiri. Ia menyarankan agar karya-karya puisi Isbedy yang lahir dari peristiwa bencana, termasuk yang dokumentasinya sempat hilang, dihimpun menjadi satu buku tematik.

“Saya tertantang, apalagi puisi-puisinya sudah terkumpul cukup banyak. Akhirnya saya fokus saja ke bencana,” ungkapnya.

Buku setebal 60 halaman ini dirancang dengan desain sampul dan tata isi oleh Anggi Farhans. Dalam kata pengantar, Isbedy menegaskan posisinya sebagai penyair yang bersaksi. Ia menulis bahwa puisi-puisi dalam Kenduri Sumatera adalah bentuk kesaksian atas duka, tangis, dan kehilangan yang dialami Sumatera.

“Puisi-puisi di dalam buku ini adalah ekspresi sekaligus kesaksian saya atas bencana Sumatera. Seumpama saya bercerita tentang Sumatera. Sekaligus bertahlil,” tuturnya.

Pemilihan judul Kenduri Sumatera juga memiliki makna simbolik. Kata “kenduri” diambil dari salah satu judul puisi, sementara “Sumatera” merujuk pada puisi berjudul Peta Sumatera. Dalam pemahaman Isbedy, kenduri tidak hanya berarti perjamuan, tetapi juga doa bersama untuk keselamatan dan penghormatan bagi mereka yang telah tiada.

Isbedy juga mengungkapkan bahwa puisi-puisi bertema bencana Sumatera turut masuk dalam antologi bersama berjudul Air Mata Sumatera, terbitan Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, yang dijadwalkan diluncurkan pada 20 Januari 2026. Pada kesempatan tersebut, ia diundang untuk membacakan puisi.

Selain sebagai karya sastra, Kenduri Sumatera juga membawa misi kemanusiaan. Isbedy menyampaikan bahwa sebagian hasil penjualan buku serta dana yang dihimpun dalam peluncuran akan disalurkan untuk membantu korban bencana. Dengan demikian, puisi tidak hanya berhenti di halaman buku, tetapi turut bergerak dalam aksi nyata.

Peluncuran Kenduri Sumatera menegaskan peran sastra sebagai ruang refleksi dan kesaksian. Di tengah banjir informasi dan cepatnya siklus berita bencana, buku ini mengajak publik untuk berhenti sejenak, membaca, dan merasakan kembali makna empati serta kepedulian terhadap sesama.***

Source: ISBEDY SETIAWAN
Tags: budaya literasiIsbedy Stiawan ZSKemanusiaanpuisi bencanasastra Indonesiasumatera
ShareTweetSendShare
Previous Post

KREASI 16 Sukoharjo Dorong Ekonomi Desa Pringsewu

Next Post

ASDP Bakauheni Tutup Posko Angkutan Nataru 2025/2026

Next Post
ASDP Bakauheni Tutup Posko Angkutan Nataru 2025/2026

ASDP Bakauheni Tutup Posko Angkutan Nataru 2025/2026

Venezuela-Tangkap Maduro, Reaksi Global Menggema

Venezuela-Tangkap Maduro, Reaksi Global Menggema

Arus Balik Nataru 2025/2026: 647 Ribu Tinggalkan Sumatera

Arus Balik Nataru 2025/2026: 647 Ribu Tinggalkan Sumatera

Mourinho di Benfica: Musim Krusial dan Tekanan Publik

Mourinho di Benfica: Musim Krusial dan Tekanan Publik

Redaksi Ajukan Permohonan Data Kapitasi BPJS Bandar Lampung

Redaksi Ajukan Permohonan Data Kapitasi BPJS Bandar Lampung

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Aksi Mengamuk Berujung Penangkapan, Polisi Sita Golok

Aksi Mengamuk Berujung Penangkapan, Polisi Sita Golok

21/02/2026
Dari Tebus Murah Jadi Gratis, Program Sosial Disambut Haru Warga

Dari Tebus Murah Jadi Gratis, Program Sosial Disambut Haru Warga

21/02/2026
Dari Program Sosial ke Kontroversi, SMA Siger Disorot Soal Legalitas

Dari Program Sosial ke Kontroversi, SMA Siger Disorot Soal Legalitas

21/02/2026
Semangat Gotong Royong Warnai Jumat Berkah di Tengah Kota

Semangat Gotong Royong Warnai Jumat Berkah di Tengah Kota

21/02/2026
Legalitas Hibah Dipersoalkan, Tata Kelola Keuangan Daerah Disorot

Legalitas Hibah Dipersoalkan, Tata Kelola Keuangan Daerah Disorot

21/02/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved