• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Selasa, September 1, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung

128 Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan, Warga Pesisir Rajabasa Didorong Jadi Garda Terdepan

Melda by Melda
01/09/2026
in Lampung, lampung Selatan
128 Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan, Warga Pesisir Rajabasa Didorong Jadi Garda Terdepan

SAIBETIK — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lampung Selatan kembali menjadi perhatian. Di tengah cuaca panas dan musim kemarau yang berpotensi berlangsung panjang, masyarakat pesisir Rajabasa diminta tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan serta penanganan karhutla bertema “Masyarakat Peduli Karhutla” yang digelar Tim Penyuluh dan Edukator Pencegahan serta Penanganan Karhutla wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Selasa (1/9/2026), dan diikuti sekitar 50 warga pesisir Rajabasa.

BeritaTerkait

Kabar Baik! 55.048 Penerima di Pringsewu Bakal Dapat Bantuan Beras

Cegah Karhutla Sebelum Terlambat, Mabes TNI Edukasi Warga Pringsewu

Wilayah tersebut mendapat perhatian khusus karena masyarakatnya tinggal dan beraktivitas di kawasan yang bersentuhan langsung dengan Gunung Rajabasa.

Ketua Tim Penyuluh dan Edukator Pencegahan serta Penanganan Karhutla wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan yang juga Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat, Brigjen Bangkit Rahmat Tri Widodo, hadir bersama tim.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan M. Sefri Masdian, Kepala Pelaksana BPBD Maturidi serta Camat Rajabasa Firdaus.

Masyarakat Jadi “Alarm” Pertama

Mewakili Tim Penyuluh dan Edukator Pencegahan serta Penanganan Karhutla, Kolonel Adm TNI AU Muhammad Sukirno mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI maupun kepolisian.

Justru masyarakat yang tinggal paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran dinilai memiliki posisi strategis untuk mendeteksi potensi api sejak dini.

Menurutnya, warga merupakan unsur pertama yang dapat melihat, mengetahui dan merespons potensi kebakaran sebelum api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Rajabasa, mulai dari tokoh adat hingga warga yang tinggal di pelosok desa, untuk meningkatkan kepedulian.

“Mari, semua elemen masyarakat Rajabasa, dari tokoh adat hingga warga paling ujung desa, untuk mengubah cara pandang kita dari tidak peduli menjadi peduli, dari siaga menjadi waspada,” katanya.

El Nino Bikin Risiko Kebakaran Meningkat

Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan M. Sefri Masdian menjelaskan bahwa kondisi El Nino dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Menurunnya curah hujan membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan kondisi lingkungan semakin kering. Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi pertanian, ketersediaan air bersih dan sektor energi.

Yang paling dikhawatirkan adalah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Data Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan hingga 31 Agustus 2026 menunjukkan telah terjadi 128 peristiwa kebakaran di wilayah tersebut.

Dari total tersebut, sebanyak 55 kejadian merupakan kebakaran lahan.

Fakta yang cukup mengejutkan, menurut Sefri, seluruh kejadian kebakaran lahan yang tercatat dalam data tersebut dipicu aktivitas manusia, baik disengaja maupun akibat kelalaian.

Mulai dari pembukaan lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan di kawasan kering hingga membakar sampah tanpa pengawasan.

“Dari data yang kami miliki, kebakaran lahan semuanya akibat aktivitas manusia. Seperti pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan,” jelas Sefri.

Warga Diminta Saling Mengingatkan

Sefri mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas sederhana yang berpotensi memunculkan api.

Menurutnya, masyarakat harus berani saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas pembakaran di lokasi yang berisiko.

“Jika menemukan atau melihat orang membakar sampah pada area yang dapat memicu kebakaran atau membuka lahan dengan cara dibakar, tolong diingatkan. Bahaya, itu dapat memicu terjadinya kebakaran,” tambahnya.

Ia menilai kepedulian masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran besar.

Kebakaran TNWK Jadi Pelajaran

Pentingnya kewaspadaan semakin terlihat setelah kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada 21 Agustus 2026.

Berdasarkan analisis tim, kebakaran tersebut diduga kuat dipicu aktivitas pemburu liar yang membuat perapian dan kemudian lalai memadamkannya.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 912,49 hektare lahan terbakar.

Kondisi medan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman tidak mudah. Tak kurang dari 250 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Setelah berlangsung selama delapan hari, api akhirnya dinyatakan padam pada 28 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran yang awalnya berasal dari aktivitas manusia dapat berkembang menjadi persoalan besar ketika tidak segera ditangani.

Gunung Rajabasa Harus Dijaga Bersama

Sefri meminta masyarakat mengambil pelajaran dari kebakaran TNWK dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing.

Terlebih, Lampung Selatan memiliki kawasan Gunung Rajabasa yang memiliki luasan mencapai 5.200,5 hektare.

Kawasan tersebut bukan hanya penting bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki peran terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Mari kita secara bersama untuk menjaga (Gunung Rajabasa) agar tetap hijau, tetap memberikan penghidupan kita semua,” kata Sefri.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, pencegahan karhutla diharapkan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul.

Sebaliknya, kesadaran masyarakat perlu dibangun sejak dari aktivitas sehari-hari.

Warga pesisir Rajabasa diharapkan dapat menjadi mata dan telinga pertama dalam mendeteksi potensi kebakaran. Dengan kepedulian bersama, ancaman karhutla dapat dicegah sebelum api membesar dan merusak kawasan hutan maupun lahan di sekitar Gunung Rajabasa.

Source: AHMAD HIDAYAT
Tags: berita lampung selatanberita lampung terkiniBPBD Lampung SelatanDamkarmat Lampung SelatanEl NinoGunung RajabasaKarhutlakebakaran hutan dan lahankebakaran lahan Lampung SelatanKodim 0421 Lampung SelatanLampung SelatanLamselM Sefri Masdianmasyarakat peduli karhutlaMaturidimusim kemarau 2026pencegahan KarhutlarajabasaTaman Nasional way kambasTNITNWKway muli
ShareTweetSendShare
Previous Post

Cegah Karhutla Sebelum Terlambat, Mabes TNI Edukasi Warga Pringsewu

Next Post

Kabar Baik! 55.048 Penerima di Pringsewu Bakal Dapat Bantuan Beras

Next Post
Kabar Baik! 55.048 Penerima di Pringsewu Bakal Dapat Bantuan Beras

Kabar Baik! 55.048 Penerima di Pringsewu Bakal Dapat Bantuan Beras

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Kabar Baik! 55.048 Penerima di Pringsewu Bakal Dapat Bantuan Beras

Kabar Baik! 55.048 Penerima di Pringsewu Bakal Dapat Bantuan Beras

01/09/2026
128 Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan, Warga Pesisir Rajabasa Didorong Jadi Garda Terdepan

128 Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan, Warga Pesisir Rajabasa Didorong Jadi Garda Terdepan

01/09/2026
Cegah Karhutla Sebelum Terlambat, Mabes TNI Edukasi Warga Pringsewu

Cegah Karhutla Sebelum Terlambat, Mabes TNI Edukasi Warga Pringsewu

01/09/2026
Hampir 50 Tahun Berdiri, SMK Taruna Bumi Metro Konsisten Cetak Lulusan Siap Kerja

Hampir 50 Tahun Berdiri, SMK Taruna Bumi Metro Konsisten Cetak Lulusan Siap Kerja

01/09/2026
Jalan Rusak Belasan Tahun hingga BPJS Mati, Ini Keluhan Warga yang Didengar Suherman

Jalan Rusak Belasan Tahun hingga BPJS Mati, Ini Keluhan Warga yang Didengar Suherman

01/09/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved