SAIBETIK- Industri webtoon Indonesia memasuki babak baru melalui penyelenggaraan Indonesia K-Culture Youth Global Frontier: Webtoon Road in Indonesia yang digelar di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara kreator Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun ekosistem webtoon yang mampu bersaing di pasar internasional.
Program yang diinisiasi SMB Holdings tersebut tidak hanya menghadirkan pelatihan, diskusi, dan pameran karya, tetapi juga menjadi langkah awal memperkuat kerja sama lintas negara dengan menggabungkan kekayaan cerita lokal Indonesia dan pengalaman panjang Korea Selatan dalam industri webtoon digital.
Presiden Direktur SMB HUB Prospera, Lee Buyong, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menikmati komik, dari media cetak menjadi platform digital yang diakses melalui telepon pintar.
“Kami baru merayakan ulang tahun pertama SMB. Dulu kita membaca komik dalam bentuk buku, sekarang semuanya beralih ke ponsel. Ini menunjukkan bahwa masa depan industri webtoon sangat menjanjikan,” ujar Lee Buyong.
Ia menjelaskan, meskipun SMB masih dalam tahap berkembang, perusahaan optimistis mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif digital. Selain fokus pada industri kreatif, SMB juga menjalankan berbagai program sosial, seperti membantu anak yatim serta mengembangkan industri berbasis stevia sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.
Sementara itu, Direktur SMB Holdings, Park Gun Yong, menilai kekuatan suatu negara saat ini tidak hanya ditentukan oleh sektor teknologi maupun manufaktur, tetapi juga kualitas konten kreatif yang dihasilkan.
“K-Content telah dicintai masyarakat dunia. Namun membuat karya yang bagus saja tidak cukup. Konten harus terhubung dengan industri lain agar mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar,” katanya.
Menurut Park, salah satu fondasi penting dalam membangun industri kreatif modern adalah tersedianya sistem pembayaran digital yang mampu menghubungkan kreator, platform, dan konsumen dalam skala global.
Karena itu, SMB Holdings tengah mengembangkan platform pembayaran digital internasional yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri konten di berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Kami berharap langkah kecil hari ini menjadi batu loncatan baru bagi Indonesia dan Korea untuk membangun ekosistem industri kreatif digital bersama,” ujarnya.
Kolaborasi yang dibangun SMB Holdings tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan menggambar. Ketua Asosiasi Kritikus dan Webtoon Korea, Park Se Hyun, mengungkapkan bahwa para kreator Korea selama delapan hari diajak mengunjungi berbagai daerah di Indonesia, mulai dari desa, museum hingga masjid untuk mengenal kehidupan masyarakat sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan cerita.
“Drama Korea memang sudah sangat populer di Indonesia, tetapi webtoon masih memiliki ruang yang besar untuk berkembang. Pameran karya hasil kolaborasi kreator Korea dan Indonesia ini menjadi awal lahirnya webtoon Indonesia yang mampu bersaing secara global,” katanya.
Cerita Menjadi Kekuatan Utama Webtoon
CEO Kisai, Tessa Yadawaputri, menyebut kesempatan belajar langsung dari para profesional Korea menjadi pengalaman berharga bagi para siswa maupun kreator muda Indonesia.
“Korea telah menjadi standar industri webtoon dunia. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang sehingga lahir generasi kreator Indonesia berikutnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Park Se Hyun. Menurutnya, kekuatan utama sebuah webtoon bukan hanya terletak pada kualitas ilustrasi, tetapi juga cerita yang mampu membangun kedekatan emosional dengan pembaca.
Ia menjelaskan, industri webtoon berkembang sangat pesat sejak pandemi COVID-19 karena masyarakat semakin banyak mengakses hiburan melalui perangkat digital.
Saat ini terdapat sekitar 700 kreator webtoon Korea yang berkolaborasi dengan kreator dari berbagai negara. Indonesia dinilai memiliki potensi besar karena memiliki kekayaan budaya, etnis, legenda, dan cerita rakyat yang sangat beragam.
“Indonesia memiliki keragaman yang luar biasa. Cerita-cerita lokalnya dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan karya yang menyentuh pembaca dunia,” ujarnya.
Park juga mengungkapkan bahwa investasi untuk mengembangkan satu judul webtoon dapat mencapai 500 juta won. Karena itu, proses pencarian ide cerita menjadi salah satu tahapan paling penting dalam pengembangan sebuah karya.
Sementara itu, Editor E-Jong News, Lee Chul Ho, mengatakan Indonesia dipilih sebagai mitra karena memiliki potensi pasar yang besar serta didukung kesiapan SMB Holdings dalam membangun platform digital.
Ia mengaku tertarik dengan genre horor Indonesia yang memiliki karakter khas dibandingkan negara lain.
“Saya penasaran mengapa masyarakat Indonesia sangat menyukai horor. Setelah mengenal lebih dekat budaya dan keberagaman Indonesia, saya memahami bahwa banyak cerita rakyat dan legenda yang dapat dikembangkan menjadi karya webtoon yang menarik,” ujarnya.
Melalui program Webtoon Road in Indonesia, SMB Holdings berharap kolaborasi antara kreator Indonesia dan Korea Selatan tidak hanya melahirkan karya berstandar internasional, tetapi juga membangun ekosistem industri kreatif yang terintegrasi dengan platform digital serta sistem pembayaran global. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi webtoon Indonesia untuk bersaing di pasar dunia sekaligus memperkuat industri kreatif nasional di era ekonomi digital.***





