SAIBETIK- Upaya membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Tanggamus terus dilakukan. Salah satunya melalui pembangunan empat unit Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI yang resmi dimulai pada Jumat (5/6/2026).
Dimulainya pembangunan ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama yang dilaksanakan secara serentak melalui video conference di Pekon Darusalam, Kecamatan Gunung Alip. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) dan diikuti sejumlah daerah penerima program pembangunan jembatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, Ketua DPRD Tanggamus, Wakapolres Tanggamus, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyambut dimulainya pembangunan infrastruktur tersebut.
Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah, khususnya di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan, serta pelayanan kesehatan.
“Jembatan ini diharapkan membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, terutama di daerah terpencil. Dengan dimulainya Tahap V dan VI ini, program ini akan memberikan manfaat nyata dan mendorong pemerataan pembangunan,” ujar Dwi Djunaidi.
Sementara itu, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dinilainya terus mendorong pembangunan infrastruktur hingga menjangkau wilayah pelosok.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Ini bukti nyata bahwa tidak ada rakyat yang terisolasi. Kami juga mengapresiasi TNI AD. Sinergi ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dan rakyat sesuai arahan pembangunan yang cepat, tepat, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” kata Saleh Asnawi.
Dalam program Jembatan Perintis Garuda Tahap V dan VI ini, terdapat empat titik pembangunan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Tanggamus.
Untuk Tahap V, pembangunan dilakukan di Pekon Sinar Betung, Kecamatan Talang Padang berupa jembatan beton berukuran 4 meter x 6 meter, serta di Pekon Darusalam, Kecamatan Gunung Alip berupa jembatan gantung sepanjang 55 meter dengan lebar 1,2 meter.
Sedangkan pada Tahap VI, pembangunan dilaksanakan di Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan berupa jembatan gantung sepanjang 32 meter dan lebar 1,2 meter, serta di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Sumberejo berupa jembatan gantung sepanjang 25 meter dengan lebar 1,2 meter.
Keberadaan jembatan di Pekon Darusalam menjadi salah satu yang paling dinantikan masyarakat. Selama ini warga harus menempuh perjalanan memutar yang cukup jauh untuk mengakses berbagai fasilitas umum.
Dengan dibangunnya jembatan tersebut, jarak tempuh warga diperkirakan dapat dipangkas hingga 15 kilometer. Hal ini akan memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengandalkan komoditas kopi, lada, dan pisang sebagai sumber penghasilan utama.
Selain memperlancar distribusi hasil pertanian, jembatan juga akan memudahkan akses anak-anak menuju sekolah serta mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap pembangunan empat jembatan tersebut dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.***










