• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Minggu, Mei 10, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Ketika Bandar Lampung Dipersonifikasikan sebagai Perempuan yang Kehilangan Pesona

Melda by Melda
10/05/2026
in Bandar lampung, REDAKSI
Ketika Bandar Lampung Dipersonifikasikan sebagai Perempuan yang Kehilangan Pesona

SAIBETIK- Di tengah kecenderungan puisi modern yang sering tenggelam dalam metafora rumit dan bahasa simbolik yang terlalu abstrak, hadir sebuah puisi jenaka namun menyengat berjudul “Bandar Lampung Enggak Sanggung Jajan Bening Klinik”.

Puisi karya seorang penyair berbakat Indonesia generasi baru bernama Muhammad Alfariezie ini tampil nyeleneh, vulgar, sekaligus cerdas dalam menyampaikan kritik sosial terhadap wajah kota urban yang dianggap kehilangan identitas dan kealamian.

Bandar Lampung
Enggak Sanggung Jajan Bening Klinik

BeritaTerkait

Bripka Arya Supena Gugur Ditembak OTK, Polda Lampung Buru Pelaku

Diskusi Banjir Bandar Lampung Memanas, Penjelasan BBWS Jadi Perhatian

Bandar Lampung yang tidak
lagi cantik, apatah lagi eksotik

Saya telah kembali dari jumpa
kabupaten Klaten yang jujur
tampilannya tergolong paten

Wajahnya seperti kamu yang dulu,
yang enggak banyak bedak, yang enggak tampak blontang-blonteng seperti sekarang

Rupanya selaik kamu yang dulu,
yang tak banyak operasi pelastik
tapi penuaannya tetap menarik

Apakah kamu enggak malu, dengan
pernak-pernik mewah tapi justru
tampak menggelitik

Dibilang mirip Zaskia Gotik, tapi nanti
akan memantik respon negatif

Sebenarnya kamu kenapa, kok sekarang
kehilangan daya tarik?

Apa dia sudah tak sanggup memberi
uang jajan ke Bening Clinik?

Jika iya maka lebih baik kau bunuh
dia agar dapat berondong atau om
yang tidak pelit supaya setiap saat
dapat dana merawat wajah dan kulit

2026

Puisi ini bukan sekadar gurauan tentang kecantikan, operasi plastik, atau klinik perawatan kulit seperti Bening’s Clinic.

Di balik gaya bahasa populer dan sindiran yang terkesan receh, tersimpan kritik tajam terhadap kondisi Bandar Lampung yang dinilai semakin dipenuhi pencitraan kosmetik, tetapi kehilangan pesona dasarnya sebagai kota yang nyaman, jujur, dan berkarakter.

Satire Juvenalian: Kritik Tajam yang Menertawakan Kehancuran

Puisi ini sangat cocok dibaca menggunakan teori Satire Juvenalian. Istilah ini berasal dari nama penyair Romawi kuno, Decimus Junius Juvenalis atau yang lebih dikenal sebagai Juvenal.

Juvenal merupakan sastrawan yang hidup pada abad pertama dan kedua Masehi.

Ia terkenal karena karya-karya satirenya yang keras, pahit, penuh kemarahan moral, dan menyerang kemunafikan sosial maupun kebusukan penguasa Romawi.

Berbeda dengan satire Horatian yang ringan dan lucu, satire Juvenalian bersifat lebih gelap, tajam, bahkan kadang brutal dalam mengejek objek kritiknya.

Ciri utama satire Juvenalian ialah:
• nada sinis dan pedas,
• kemarahan moral,
• penghinaan terhadap kepalsuan,
• serta penggunaan humor untuk menyerang kemerosotan sosial.

Semua unsur itu tampak jelas dalam puisi ini.

Kota sebagai Perempuan yang Menua secara Artifisial

Penyair mempersonifikasikan Bandar Lampung seperti seorang perempuan yang dahulu alami dan menarik, tetapi kini berubah menjadi sosok penuh kosmetik dan operasi plastik.
Larik:

“Wajahnya seperti kamu yang dulu,
yang enggak banyak bedak hingga
tampak blontang-blonteng”

menggambarkan nostalgia terhadap kejujuran wajah lama kota.

Namun pada bagian berikutnya, penyair mulai melancarkan serangan satirnya:

“Apakah kamu enggak malu, dengan
pernak-pernik mewah tapi justru
tampak menggelitik”

Di sini, kemewahan kota dianggap hanya dekorasi kosong. Kritik diarahkan pada pembangunan yang mungkin tampak glamor di permukaan, tetapi kehilangan substansi dan estetika yang tulus.

Humor Kasar sebagai Senjata Kritik

Kekuatan utama puisi ini justru terletak pada keberaniannya menggunakan bahasa populer, bahkan terkesan “tidak puitis”.

Muhammad Alfariezie memasukkan nama Zaskia Gotik dan Bening’s Clinic untuk membangun efek parodi budaya populer.

Larik paling satir muncul pada penutup:

“Apa dia sudah tak sanggup memberi
uang jajan ke Bening Clinik?”

Kalimat ini sebenarnya bukan soal klinik kecantikan, melainkan metafora tentang ketidakmampuan mempertahankan citra kota.

Penyair menyindir bahwa kota kini seperti seseorang yang bergantung pada “make up sosial” agar tetap tampak menarik.
Bahkan bagian:

“lebih baik kau bunuh dia agar dapat berondong atau om yang tidak pelit”
menjadi bentuk hiperbola satiris khas Juvenalian — kasar, berlebihan, tetapi efektif mengguncang pembaca.

Kritik Urban Generasi Baru

Puisi ini menunjukkan bahwa penyair muda Indonesia kini tidak lagi terpaku pada romantisme alam atau kesedihan personal semata.

Mereka mulai membawa kritik urban dengan bahasa media sosial, budaya populer, dan humor jalanan.

Justru karena memakai diksi sehari-hari, puisi ini terasa dekat dengan realitas masyarakat.

Ia tidak berbicara dari menara gading sastra, tetapi dari keresahan warga kota yang melihat daerahnya berubah menjadi ruang penuh pencitraan.

Puisi “Bandar Lampung Enggak Sanggung Jajan Bening Klinik” membuktikan bahwa satire masih hidup dalam sastra Indonesia modern.

Dengan gaya nakal, sinis, dan penuh ironi, penyair berhasil menghadirkan kritik sosial yang menghibur sekaligus menampar.

Di tangan penyair generasi baru seperti ini, puisi bukan lagi sekadar rangkaian kata indah, melainkan senjata estetik untuk mengejek kepalsuan zaman.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BandarlampungMuhammadAlfarieziePuisiModernPuisiSatireSastraIndonesiaSatireJuvenalian
ShareTweetSendShare
Previous Post

Satreskrim Polres Pringsewu Bekuk Buronan Penggelapan Kendaraan

Next Post

Bripka Arya Supena Gugur Ditembak OTK, Polda Lampung Buru Pelaku

Next Post
Bripka Arya Supena Gugur Ditembak OTK, Polda Lampung Buru Pelaku

Bripka Arya Supena Gugur Ditembak OTK, Polda Lampung Buru Pelaku

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Bripka Arya Supena Gugur Ditembak OTK, Polda Lampung Buru Pelaku

Bripka Arya Supena Gugur Ditembak OTK, Polda Lampung Buru Pelaku

10/05/2026
Ketika Bandar Lampung Dipersonifikasikan sebagai Perempuan yang Kehilangan Pesona

Ketika Bandar Lampung Dipersonifikasikan sebagai Perempuan yang Kehilangan Pesona

10/05/2026
Satreskrim Polres Pringsewu Bekuk Buronan Penggelapan Kendaraan

Satreskrim Polres Pringsewu Bekuk Buronan Penggelapan Kendaraan

10/05/2026
Diskusi Banjir Bandar Lampung Memanas, Penjelasan BBWS Jadi Perhatian

Diskusi Banjir Bandar Lampung Memanas, Penjelasan BBWS Jadi Perhatian

10/05/2026
Stok Beras Melimpah, Bulog Lampung Selatan Over Kapasitas Penyimpanan

Stok Beras Melimpah, Bulog Lampung Selatan Over Kapasitas Penyimpanan

10/05/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved