SAIBETIK – Keterlibatan Indonesia dalam forum internasional yang disebut “Board of Peace” memunculkan refleksi kritis mengenai arah dan konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia. Hal ini disampaikan oleh peneliti , , dalam tulisan reflektif yang dirilis bertepatan dengan hari ke-12 1447 Hijriah.
Dalam refleksinya, Arief menggunakan peribahasa klasik “bagai pungguk merindukan bulan” untuk menggambarkan kondisi ketika suatu pihak memiliki harapan besar namun tidak berpijak pada realitas.
Menurutnya, peribahasa tersebut dapat menjadi pengingat bagi sebuah negara agar tidak kehilangan jati diri di tengah dinamika geopolitik global.
“Masalahnya bukan pada bulan, tetapi pada pungguk yang lupa batas dirinya. Hal itu berbahaya jika terjadi pada sebuah negara yang kehilangan kesadaran identitasnya,” tulis Arief.
Ia menilai bahwa Indonesia memang memiliki mandat konstitusional untuk berperan dalam menjaga ketertiban dunia, sebagaimana tertuang dalam . Namun, menurutnya prinsip tersebut harus tetap berpijak pada amanat utama konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan.
Dalam konteks konflik antara dan , Arief menilai pendekatan diplomasi seperti solusi dua negara atau perlu dikaji secara kritis agar tidak mengabaikan persoalan mendasar terkait pendudukan wilayah serta ketimpangan kekuasaan yang masih berlangsung.
Menurutnya, diplomasi perdamaian harus tetap mengedepankan prinsip keadilan.
“Perdamaian tanpa keadilan bukanlah perdamaian, melainkan sekadar jeda konflik yang dipoles bahasa diplomasi,” ujarnya.
Arief juga menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum internasional seharusnya memperkuat amanat konstitusi, bukan sekadar menjadi simbol kehadiran dalam panggung politik global.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang setia pada prinsipnya, bahkan ketika sikap itu membuatnya tidak populer,” tulisnya.
Ia menutup refleksinya dengan mengajak Indonesia tetap berpijak pada jati diri serta nilai-nilai konstitusi dalam menjalankan diplomasi internasional. Menurutnya, menjaga konsistensi prinsip jauh lebih penting daripada sekadar tampil dalam forum global.***








