SAIBETIK- Pekon Nusa Wungu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, merayakan hari ulang tahun ke-75 pada Selasa, 13 Januari 2026. Perayaan yang berlangsung di halaman Balai Pekon Nusa Wungu ini menjadi momentum penting bagi warga dan aparat pekon untuk mengevaluasi pencapaian, sekaligus merencanakan langkah-langkah pembangunan ke depan. Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas berharap ulang tahun pekon ini menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk aktif membangun pekon, terutama melalui optimalisasi potensi lokal dan ekonomi kerakyatan.
Pekon Nusa Wungu, Teladan Gotong Royong dan Pembangunan
Bupati Riyanto Pamungkas menekankan bahwa Pekon Nusa Wungu telah menunjukkan kemajuan nyata berkat dukungan 1.446 warganya yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan. Pembangunan pekon, menurut bupati, tidak akan berjalan maksimal tanpa sinergi antara pemerintah pekon dan masyarakat. Kegiatan tasyakuran HUT ke-75 ini juga diisi dengan pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, ritual tradisional, serta kegiatan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Pekon adalah fondasi pembangunan daerah. Pada 2026 ini, tantangan pembangunan semakin dinamis. Saya berharap kepala pekon dapat mengoptimalkan Dana Desa secara transparan dan akuntabel, khususnya untuk infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelayanan publik berbasis digital,” ujarnya.
Riyanto menambahkan, inovasi dalam pengelolaan pekon sangat penting, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan UMKM, maupun pemanfaatan potensi lokal untuk kesejahteraan warga.
Menjaga Kerukunan dan Menggali Potensi Lokal
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan masyarakat dan memelihara suasana kondusif, agar roda perekonomian pekon tetap berjalan lancar. Menurutnya, pengelolaan potensi pekon secara maksimal menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengajak warga Pekon Nusa Wungu untuk mendukung program pemerintah kabupaten, termasuk menuntaskan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sehingga visi Pringsewu Makmur dapat segera terwujud. Mari kita jaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong agar Pekon Nusa Wungu semakin maju dan berdaya saing,” ungkapnya.
Hadirnya Pimpinan Daerah dan Tokoh Masyarakat
Acara tasyakuran tersebut dihadiri jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, S.E., M.M., Asisten Administrasi Umum Arif Nugroho, S.E., M.P., Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan Siti Litawati, S.P., serta Kapekon Nusa Wungu Joko Supriyono, S.E., dan sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk terus mendukung pembangunan pekon melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapekon Nusa Wungu Joko Supriyono menyampaikan bahwa peringatan HUT pekon bukan sekadar seremonial, melainkan momen evaluasi pencapaian dan perencanaan program lima tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aparatur pekon dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin HUT ke-75 Nusa Wungu menjadi ajang konsolidasi dan refleksi. Semua program yang baik akan diteruskan, dan yang kurang efektif akan diperbaiki. Ini juga momen menyatukan ide-ide terbaik dari seluruh warga untuk kemajuan pekon,” kata Joko Supriyono.
Pesan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa pembangunan pekon menjadi fondasi pertumbuhan Kabupaten Pringsewu secara keseluruhan. Ia berharap setiap warga ikut berperan aktif, mulai dari partisipasi dalam program pemerintah hingga menjaga kekompakan dan solidaritas masyarakat. Optimalisasi potensi lokal, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta inovasi dalam pelayanan publik menjadi fokus pembangunan pekon ke depan.
“Dengan kerja sama dan semangat gotong royong, Pekon Nusa Wungu akan menjadi model pekon maju, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Pringsewu,” tutupnya.





