SAIBETIK- Hari pertama kerja di tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk menegaskan kembali arah tata kelola pemerintahan. Melalui Apel Perdana yang digelar di lapangan pemkab setempat, Jumat (2/1/2026), Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memimpin langsung jalannya kegiatan.
Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah Ir. M. Andi Purwanto, S.T., M.T., serta jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, fungsional, hingga pelaksana di lingkungan Pemkab Pringsewu. Dalam kesempatan itu, bupati menyerahkan petikan SK kepada 34 PPPK yang diangkat kembali dan 456 PPPK Paruh Waktu.
Penyerahan SK ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung pesan tanggung jawab yang lebih luas. Menurut Bupati Riyanto Pamungkas, penerimaan SK bukan akhir dari proses, melainkan awal dari pengabdian dan tuntutan kinerja yang semakin tinggi.
“Status paruh waktu bukanlah penghalang untuk berkinerja optimal. Pemerintah daerah menilai ASN berdasarkan kinerja, kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab, bukan semata-mata status,” kata Riyanto Pamungkas.
Ia menegaskan bahwa di era reformasi birokrasi, seluruh aparatur, termasuk PPPK, dituntut bekerja profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Penilaian kinerja, lanjutnya, akan menjadi instrumen utama dalam memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan akuntabel.
Evaluasi dan Capaian Pembangunan
Dalam amanatnya, Bupati Pringsewu juga menyampaikan evaluasi singkat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Ia menilai roda pemerintahan selama ini berjalan cukup baik, meskipun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijadikan pemacu semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang disoroti adalah program Ngopi Serasi (Ngobrol bareng Bupati Serap Aspirasi) yang telah dilaksanakan sebanyak 14 kali di pekon dan kelurahan.
“Program ini membuka paradigma berpikir kami sebagai pemimpin. Aspirasi masyarakat menjadi dasar penting agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi kreatif, Pringsewu mencatat lahirnya sejumlah produk unggulan bernilai jual tinggi. Di antaranya produk Mocaf atau Modified Cassava Flour dengan label Selendang Biru, serta produk makanan praktis lele siap goreng dengan merek Les Go. Produk-produk ini dinilai berpotensi memperkuat ekonomi lokal berbasis sumber daya daerah.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah juga melaporkan sejumlah capaian pembangunan jalan. Rekonstruksi jalan Lingkar Utara sepanjang 5,825 kilometer, jalur Gadingrejo–Sukoharjo–Adiluwih sepanjang kurang lebih 3,851 kilometer, serta akses Ambarawa–Pagelaran sepanjang 3,708 kilometer yang menjadi jalur utama menuju RSUD Pringsewu, disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan layanan publik.
Penguatan Tata Kelola dan Harapan Ke Depan
Bupati Riyanto Pamungkas turut menyampaikan apresiasi atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2024 yang diserahkan pada 2025. Selain itu, Kabupaten Pringsewu juga memperoleh predikat Kabupaten Sangat Inovatif dan penghargaan Top Pembina BUMD Award 2025.
Capaian tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi hasil. Ke depan, Pemkab Pringsewu menargetkan lahirnya lebih banyak program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Momentum Apel Perdana dan penyerahan SK PPPK ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada komitmen dan kinerja aparatur. Partisipasi aktif masyarakat melalui saluran aspirasi juga diharapkan terus terjaga agar pembangunan daerah berjalan seimbang dan berkelanjutan.***






