SAIBETIK- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat komitmen kinerja dengan melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang dirangkai dengan Expose Capaian Kinerja Tahun 2025. Kegiatan ini digelar pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan kualitas layanan publik di lingkungan pemasyarakatan.
Penandatanganan Perjanjian Kinerja sebagai Komitmen Bersama
Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan perjanjian kinerja oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, bersama seluruh pejabat struktural. Penandatanganan ini menjadi simbol kesepakatan seluruh jajaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Perjanjian kinerja ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi merupakan komitmen nyata seluruh petugas. Saya mendorong seluruh jajaran untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan bermanfaat, baik kepada masyarakat maupun warga binaan,” tegas Beni Nurrahman saat membuka kegiatan.
Perjanjian kinerja ini mencakup target-target strategis, indikator keberhasilan, dan langkah konkret yang harus dicapai seluruh petugas dalam tahun berjalan. Hal ini diharapkan mampu menjadi pedoman bagi setiap unit kerja untuk meningkatkan kinerja secara menyeluruh.
Expose Capaian Kinerja 2025: Fokus pada Pembinaan dan Pelayanan Publik
Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan capaian kinerja tahun sebelumnya. Dalam expose ini, Lapas Kalianda menyoroti berbagai pencapaian penting, di antaranya:
Pembinaan Warga Binaan: Peningkatan program pendidikan, keterampilan, dan pembinaan karakter bagi narapidana. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan kompetensi dan etika yang baik.
Penguatan Keamanan dan Ketertiban: Perbaikan sistem pengawasan, patroli rutin, dan pemeliharaan keamanan internal untuk mencegah gangguan, konflik, dan pelanggaran di dalam lapas.
Peningkatan Layanan Publik: Penambahan fasilitas pelayanan bagi masyarakat, digitalisasi administrasi, serta peningkatan transparansi dalam proses pemasyarakatan.
Kegiatan expose ini tidak hanya menampilkan laporan angka dan data, tetapi juga menyoroti cerita nyata dari warga binaan yang berhasil mengikuti program pembinaan, serta dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Kepala Lapas: Pemasyarakatan Harus Memberi Manfaat Nyata
Beni Nurrahman menegaskan bahwa Lapas Kalianda tidak sekadar menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga harus hadir sebagai institusi yang memberi rasa aman, keadilan, dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa pemasyarakatan bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga soal transformasi. Setiap program, setiap tindakan, harus membawa dampak positif. Itu komitmen kami,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Lapas menekankan pentingnya kolaborasi antarunit, pemanfaatan teknologi informasi, dan pelatihan berkelanjutan bagi seluruh petugas untuk menjaga kualitas pelayanan. Strategi ini diharapkan mendukung visi Lapas Kalianda menjadi lembaga pemasyarakatan modern, transparan, dan humanis.***







