SAIBETIK- Memasuki hari keempat, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian seorang warga yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Ruguk, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Jumat (20/2/2026). Area pencarian diperluas hingga muara di Pantai Alami.
Operasi SAR Hari Keempat Diperluas
Pencarian korban hanyut di Sungai Ruguk dilakukan dengan metode penyisiran dari titik awal kejadian hingga ke muara. Operasi melibatkan unsur kepolisian perairan, tim penyelamat, dan warga setempat.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi mengatakan perluasan area dilakukan untuk meningkatkan peluang penemuan.
“Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dari lokasi awal hingga muara. Fokus hari keempat diperluas sampai Pantai Alami,” ujarnya.
Kronologi Singkat Kejadian
Korban diketahui bernama Ajud (60), petani warga Desa Ruguk. Ia dilaporkan hilang sejak Senin (16/2/2026) sekitar pukul 18.00 WIB saat menyeberangi sungai sepulang dari ladang.
Sepeda motor korban ditemukan warga sekitar 150 meter dari titik awal dugaan hanyut. Informasi awal dilaporkan kepada aparat oleh warga setempat pada Selasa pagi, dan sejak itu pencarian terus dilakukan.
Unsur Terlibat dan Kendala Lapangan
Operasi SAR melibatkan personel Satpolairud, sembilan personel Basarnas Pos Bakauheni, serta masyarakat sekitar.
Jalur penyisiran mencakup Dusun Taman Harum, Dusun Pepandu, Dusun Pepandu Pulya, Dusun Sribasuki, dan Dusun Mekar Jaya sebelum bermuara di Pantai Alami. Debit air dilaporkan menurun, namun hingga Jumat siang korban belum ditemukan.
“Pencarian korban hanyut di Sungai Ruguk akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan koordinasi seluruh unsur,” tambah Panpan.
Harapan dan Imbauan
Tim SAR gabungan berharap korban segera ditemukan. Aparat juga mengimbau warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi arus berubah.***








