SAIBETIK- Korps Lalu Lintas Polri memastikan kesiapan lintasan penyeberangan menjelang arus mudik Lebaran 2026 melalui survei terpadu di Pelabuhan Bakauheni. Peninjauan menegaskan penambahan pelabuhan pendukung, empat fokus pengamanan, serta target perbaikan jalan nasional rampung H-10 untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat.
Survei Terpadu Lintas Kementerian
Survei dipimpin Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho bersama pemangku kepentingan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry, dan Jasa Raharja. Tim mengecek kesiapan dermaga, akses keluar-masuk kendaraan, serta skema rekayasa lalu lintas di pelabuhan utama dan pendukung.
“Hari ini kami melakukan pengecekan langsung. Penambahan pelabuhan PT SMA diharapkan mempercepat distribusi kendaraan,” ujar Agus.
Empat Fokus Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Korlantas menetapkan empat klaster pengamanan: jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, serta tempat ibadah dan destinasi wisata. Operasi mengusung tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat dari titik keberangkatan hingga tujuan.
Empat Dermaga Siaga, Pelabuhan Pendukung Dioptimalkan
Kepala KSOP setempat, Suratno, menjelaskan empat dermaga disiagakan: pelabuhan utama ASDP, pelabuhan pendukung BBJ dan Wika Beton, serta pelabuhan kontingensi PT SMA untuk kondisi darurat. Optimalisasi pelabuhan pendukung difokuskan pada kendaraan barang dan sepeda motor guna mengurai kepadatan di pelabuhan utama.
Perbaikan Jalan Nasional Ditargetkan Tuntas H-10
Kepala BPJT, Wilan Oktavian, memastikan perbaikan jalan nasional, tol maupun non-tol, rampung H-10 tanpa lubang, disertai buffer zone untuk mendukung delay system di lintasan Bakauheni–Merak.
Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub, Rudi Irawan, menambahkan seluruh pelabuhan telah dievaluasi sesuai standar pelayanan minimal dan dinilai siap beroperasi.
Dengan penguatan sarana, rekayasa lalu lintas, dan koordinasi lintas instansi, kesiapan Bakauheni diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.***









