SAIBETIK- Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda kembali menunjukkan hasil positif. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) sukses melaksanakan panen hortikultura pokcoy secara berkesinambungan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan berbasis keterampilan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membangun kesiapan WBP menghadapi kehidupan setelah masa pidana.
Panen Pokcoy Hasil Pembinaan Berkelanjutan
Panen pokcoy dilaksanakan di Area Pembinaan Kemandirian Seksi Giatja Lapas Kalianda pada 2 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan petugas Seksi Giatja, WBP, serta peserta magang yang turut mendampingi proses budidaya tanaman hortikultura.
Panen tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga masa panen. Seluruh tahapan dikerjakan langsung oleh WBP di bawah pendampingan petugas, sehingga menjadi sarana pembelajaran praktik pertanian yang aplikatif.
Bangun Etos Kerja dan Keterampilan WBP
Selain menghasilkan panen yang bernilai ekonomi, kegiatan budidaya pokcoy juga diarahkan untuk menumbuhkan etos kerja, rasa tanggung jawab, dan kedisiplinan WBP. Program ini dirancang agar WBP tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki mental kerja yang positif.
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrohman, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil panen yang kembali berhasil diproduksi oleh WBP.
“Kami bangga dengan hasil panen pokcoy kali ini yang menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian. WBP tidak hanya belajar bertani, tetapi juga membangun karakter disiplin dan mandiri untuk masa depan mereka,” ujar Beni Nurrohman.
Ia menegaskan bahwa tren sukses budidaya pokcoy ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari komitmen Lapas Kalianda dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama.
“Tren positif ini akan kami teruskan demi mendukung ketahanan pangan serta memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi WBP,” tambahnya.
Pembinaan Kemandirian Bernilai Manfaat
Melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Lapas Kalianda berupaya menciptakan kegiatan yang produktif dan berkelanjutan. Budidaya hortikultura seperti pokcoy dinilai memiliki prospek yang baik karena relatif mudah dikelola, cepat panen, dan memiliki nilai jual.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berorientasi pada reintegrasi sosial, di mana WBP diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai modal usaha atau pekerjaan setelah kembali ke masyarakat.
Komitmen Lapas Kalianda dalam Pembinaan Produktif
Lapas Kelas IIA Kalianda terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, bernilai manfaat, serta berkelanjutan. Keberhasilan panen pokcoy ini menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan berbasis keterampilan mampu memberikan dampak positif, baik bagi WBP maupun lingkungan sekitar.
Ke depan, Lapas Kalianda berencana mengembangkan program pertanian lainnya sebagai bagian dari penguatan pembinaan kemandirian dan kontribusi terhadap ketahanan pangan lokal.***







