SAIBETIK- Perusahaan akuakultur PT Sakti Biru Indonesia mengembangkan model budidaya udang yang mengintegrasikan produksi tambak, pendidikan teknis, serta kemitraan dengan petambak lokal. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan standar budidaya udang sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor akuakultur.
Direktur PT Sakti Biru Indonesia, Suseno Reffandi, mengatakan bahwa pengembangan budidaya udang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pembangunan sistem pengetahuan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha tambak.
“Budidaya udang tidak hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana membangun sistem pengetahuan dan praktik yang berkelanjutan,” ujar Suseno saat ditemui media di Bandar Lampung, Rabu (11/3/2026).
Perusahaan ini juga merupakan bagian dari PT Kedaulatan Pangan Pertiwi yang bergerak dalam penguatan kapasitas produksi pangan nasional.
Sakti Academy Perkuat SDM Akuakultur
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor budidaya udang, PT Sakti Biru Indonesia mendirikan pusat pelatihan bernama Sakti Academy.
Program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman teknisi tambak dan petambak mengenai berbagai aspek budidaya udang, mulai dari kesehatan udang, penerapan biosecurity, hingga standar operasional pengelolaan tambak.
“Melalui akademi ini kami ingin memastikan setiap teknisi tambak memahami dasar-dasar budidaya yang sehat dan berkelanjutan,” kata Suseno.
Dengan peningkatan kapasitas teknis tersebut, perusahaan berharap produktivitas tambak dapat meningkat sekaligus menekan risiko produksi dalam budidaya udang.
Program Kemitraan untuk Petambak Lokal
Selain fokus pada pendidikan teknis, PT Sakti Biru Indonesia juga mengembangkan program kemitraan budidaya udang dengan petambak skala kecil.
Melalui program kemitraan ini, perusahaan berbagi pengalaman dan praktik manajemen tambak yang lebih baik kepada petambak lokal. Pendampingan tersebut mencakup teknik budidaya, pengelolaan kesehatan udang, hingga penguatan manajemen produksi.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan produktivitas tambak sekaligus mengurangi risiko kegagalan produksi.
Dampak Sosial bagi Masyarakat Sekitar
Operasional budidaya udang yang dijalankan perusahaan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan tambak.
Selain membuka peluang kerja bagi warga lokal, perusahaan juga menyediakan berbagai pelatihan praktis bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam sektor akuakultur.
“Pengembangan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Suseno.
Ia menambahkan bahwa masa depan budidaya udang Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi antara inovasi teknologi, peningkatan kapasitas petambak, serta dukungan komunitas lokal.
Dengan pendekatan berbasis pendidikan dan kemitraan, industri budidaya udang Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu kekuatan utama akuakultur dunia.***






