SAIBETIK- Meski terjadi lonjakan permintaan selama Ramadan 1447 Hijriah, harga bahan pokok di Provinsi Lampung tetap stabil. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang diikuti Pemprov Lampung secara virtual dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik, Bandarlampung, Selasa (3/3/2026).
Inflasi Bulanan dan Tahunan Lampung Terkendali
Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik, inflasi bulanan Lampung pada Februari 2026 tercatat 0,36%, lebih rendah dibanding rata-rata nasional 0,68%. Inflasi tahunan Lampung mencapai 2,95%, menjadi yang terendah di Sumatera dan kedua terendah secara nasional.
Beberapa komoditas yang memengaruhi inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, dan ikan segar. Peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan memberi tekanan pada komoditas pangan, namun angka kenaikan dapat dikendalikan.
Indeks Perkembangan Harga dan Komoditas Penyumbang
Data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu keempat Februari 2026 dari SP2KP menunjukkan IPH Lampung sebesar 0,93%. Komoditas yang memberikan andil kenaikan antara lain cabai rawit, cabai merah, dan daging sapi. Pemantauan komoditas ini menjadi kunci agar inflasi tetap terkendali menjelang Idulfitri.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya menjaga kondisi harga sampai Hari Raya Idulfitri. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, pengawasan distribusi, serta pemantauan langsung terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Pemprov Lampung menilai stabilitas harga ini sebagai indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kelancaran konsumsi dan distribusi selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.***





