SAIBETIK– Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat melalui lomba video konten literasi yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kegiatan yang berlangsung sejak awal Agustus ini diikuti oleh 17 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar sekolah menengah, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan pegiat literasi, yang semua berlomba untuk menampilkan kreativitasnya dalam menyajikan pesan literasi melalui media digital.
Rangkaian lomba tidak hanya sebatas pengunggahan video, tetapi juga mencakup proses pembekalan dan bimbingan teknis kepada peserta. Mereka diberikan arahan mengenai pembuatan konten yang menarik, pengembangan alur cerita, kualitas visual dan audio, hingga strategi penyampaian pesan yang efektif. Penjurian dilakukan secara objektif, menilai setiap karya berdasarkan ketentuan lomba, relevansi materi, kreativitas, serta kemampuan menyampaikan gagasan literasi secara jelas dan inspiratif.
Tiga dewan juri yang berkompeten menilai lomba ini, yaitu Ihsan Taufiq, Kepala Bidang PPIP Diskominfotiksan Pesawaran; Ikbal Kurniawan, tenaga ahli videografer dari Diskominfotiksan; dan Andry Kurniawan, jurnalis televisi, memberikan penilaian menyeluruh terhadap seluruh video peserta. Penilaian ini memastikan bahwa setiap karya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan literasi secara mendalam.
Hasil penjurian menetapkan Syifa Aulia sebagai juara pertama dengan hadiah sebesar Rp4 juta, Rafi Zaqi Alhakim juara kedua menerima Rp3 juta, dan Anastasya Syofa Rizki meraih juara ketiga dengan hadiah Rp2 juta. Sementara tujuh peserta terbaik lainnya masing-masing mendapatkan penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran, Darwin Firnandes, yang mewakili Kepala Dinas dalam penyerahan penghargaan, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana mengasah kreativitas, keterampilan komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis generasi muda. “Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran yang memungkinkan peserta memahami cara menyampaikan gagasan secara efektif, kreatif, dan membangun,” ujar Darwin.
Ia menambahkan, literasi di era digital kini tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan menyampaikan gagasan melalui media digital secara kritis dan inspiratif. “Dengan media video, pesan literasi bisa menjangkau lebih banyak orang, terutama generasi muda yang kini hidup di era digital. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar secara rutin,” jelasnya.
Kegiatan lomba video literasi ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk sekolah, perguruan tinggi, komunitas literasi, serta masyarakat umum yang turut memfasilitasi proses pendaftaran, pembekalan, dan penilaian. Darwin berharap lomba ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong generasi muda Pesawaran untuk terus berinovasi, berkreasi, dan berkontribusi nyata dalam memajukan budaya literasi.
“Kami ingin karya-karya peserta tidak hanya menjadi pemenang lomba, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas, membangkitkan minat baca, dan memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Pesawaran,” pungkas Darwin.***