SAIBETIK- Keluhan warga soal jalan rusak kian mengemuka di Bandar Lampung. Di tengah risiko kecelakaan yang mengintai pengendara, terutama roda dua, publik mulai mempertanyakan komitmen Wali Kota Eva Dwiana terhadap warisan kebijakan jalan mulus era Herman HN.
Jalan Rusak Mengusik Kenangan “Jalan Mulus”
Jejak kepemimpinan Herman HN selama dua periode masih lekat di ingatan warga Bandar Lampung, khususnya terkait program perbaikan dan pemeliharaan jalan. Saat itu, jalan mulus menjadi identitas kota. Kini, kondisi di lapangan dinilai berbeda.
Di sejumlah titik, jalan berlubang dan permukaan aspal mengelupas dikeluhkan membahayakan pengguna jalan. Pengendara roda dua paling rentan, karena harus mengerem mendadak atau menghindari lubang yang muncul tiba-tiba di tengah jalur.
“Kalau malam atau hujan, lubangnya enggak kelihatan. Sekali lengah, bisa jatuh,” ujar Andi, pengendara motor yang setiap hari melintas di pusat kota.
Risiko Nyata bagi Pengendara
Kondisi jalan rusak Bandar Lampung bukan sekadar persoalan estetika kota. Lubang yang dalam dan tersebar berpotensi menyebabkan kecelakaan beruntun. Pengendara yang mendadak mengerem untuk menghindari lubang bisa ditabrak dari belakang. Jika roda depan menghantam lubang, pengendara bisa terpelanting dan kembali terancam kendaraan lain.
“Ini bukan cuma soal nyaman atau tidak, tapi soal keselamatan,” kata Rina, warga Tanjung Karang.
Warga Bandingkan dengan Era Herman HN
Pertanyaan warga mengarah pada satu hal: apakah Eva Dwiana masih menjadikan kebijakan jalan mulus sebagai prioritas? Perbandingan dengan era Herman HN pun tak terelakkan. Saat debat Pilkada lalu, publik masih ingat bagaimana Eva Dwiana menyinggung pentingnya turun langsung melihat kondisi jalan kota.
Kini, warga justru berharap wali kota kembali rutin berkeliling, memastikan kondisi jalan tetap layak. “Dulu Bunda bilang calon lain kurang turun ke lapangan. Sekarang kami berharap Bunda sendiri yang sering lihat kondisi jalan,” ujar seorang warga Susunan Baru.
Titik Jalan Rusak yang Dikeluhkan
Beberapa lokasi yang banyak disorot warga antara lain sepanjang Jalan Kepodang, Kelurahan Susunan Baru, ruas Goa Jajar hingga pertigaan lampu merah Tamin, serta sekitar kawasan Ramayana Tanjung Karang. Di titik-titik ini, lubang jalan dinilai cukup besar dan dalam.
Keluhan muncul bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan jalur padat lalu lintas, sehingga kerusakan jalan berpotensi berdampak luas.
Subjudul: Harapan Warga pada Kepemimpinan Eva Dwiana
Warga berharap Pemkot Bandar Lampung segera melakukan perbaikan menyeluruh dan berkelanjutan. Bagi mereka, menjaga kualitas jalan berarti menjaga keselamatan dan melanjutkan legacy pembangunan kota.
“Kami cuma ingin jalan aman seperti dulu. Itu saja,” kata Andi.***









