SAIBETIK- Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Selasa (3/3/2026). Lampung tercatat sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera, berkat penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pengawasan distribusi bahan pokok.
Inflasi Lampung Tetap Terkendali
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi tahunan Provinsi Lampung pada Februari 2026 tercatat 2,95 persen, lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 4,76 persen. Inflasi bulanan Lampung juga berada di angka 0,36 persen, menandakan harga di provinsi ini relatif stabil.
“Lebaran atau bukan, stabilitas harga harus tetap terjaga, asalkan stok bahan pokok mencukupi,” tegas Tomsi Tohir, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, dalam arahannya.
Indeks Harga Konsumen Menunjukkan Kestabilan
Indeks Harga Konsumen (IHK) Lampung pada Februari 2026 tercatat 110,11, lebih rendah dibanding nasional yang berada di angka 110,50. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat Lampung relatif terjaga. Di Sumatera, hanya Kepulauan Bangka Belitung (106,75) dan Bengkulu (108,75) yang memiliki IHK lebih rendah.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Keberhasilan menjaga inflasi dan IHK Lampung di bawah nasional dipengaruhi oleh koordinasi TPID, operasi pasar, dan pengawasan distribusi bahan pokok. Upaya ini memastikan pasokan tetap lancar, terutama menjelang dan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Pemprov Lampung menilai capaian ini sebagai indikator positif efektivitas kebijakan pengendalian harga di daerah. Ke depan, pemerintah daerah akan terus memantau dinamika harga, memperkuat operasi pasar, dan menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.***






