SAIBETIK— Awal tahun 2026 menjadi momen reflektif bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Bertempat di Gedung Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Pemprov Lampung menyerahkan tali asih, santunan, serta penghargaan kepada anggota Korps Pegawai Republik Indonesia, Jumat (2/1/2026).
Agenda ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan wujud perhatian negara terhadap para ASN yang telah mengabdikan diri, berprestasi, maupun keluarga ASN yang tengah menghadapi masa duka. Bagi publik, langkah ini memperlihatkan sisi humanis birokrasi yang sering luput dari sorotan.
Apresiasi Untuk Pengabdian Panjang
Sekretaris Dewan Penasehat Korpri Provinsi Lampung, Rendi Riswandi, menyampaikan bahwa Korpri memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan ASN sekaligus wadah pembinaan profesionalisme dan kesejahteraan.
Pada periode Mei 2025 hingga Januari 2026, tercatat 501 PNS memasuki masa purna bakti. Mereka berasal dari berbagai golongan dan latar belakang jabatan, mencerminkan panjangnya perjalanan pengabdian yang telah dilalui dalam melayani masyarakat Lampung.
Setiap PNS purna bakti menerima tali asih sebesar Rp2 juta serta plakat penghargaan. Bagi banyak ASN, bentuk apresiasi ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun.
Santunan Sebagai Wujud Solidaritas
Selain tali asih, Korpri Provinsi Lampung juga menyalurkan santunan kepada 57 ahli waris anggota Korpri yang meninggal dunia. Santunan ini diberikan kepada 40 ahli waris ASN dan 17 pasangan ASN yang wafat.
Santunan disalurkan secara non-tunai langsung ke rekening penerima, sebagai bentuk transparansi dan kemudahan. Langkah ini menunjukkan bahwa Korpri tidak hanya hadir saat masa aktif kerja, tetapi juga ketika anggota dan keluarganya membutuhkan dukungan.
Penghargaan Untuk ASN Berprestasi
Pemprov Lampung juga memberikan penghargaan kepada ASN yang mengharumkan nama daerah pada ajang Pornas XVII Korpri Tahun 2025. ASN atlet Lampung berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai cabang olahraga.
Peraih medali emas menerima uang pembinaan Rp10 juta, perak Rp8 juta, dan perunggu Rp6 juta, lengkap dengan plakat penghargaan. Apresiasi ini menjadi bukti bahwa prestasi di luar tugas kedinasan tetap mendapat ruang dan pengakuan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan semangat juang ASN Lampung. “Pemberian penghargaan ini merupakan wujud penghormatan dan pengakuan atas kontribusi bapak dan ibu sebagai abdi negara,” ujarnya.
Pesan Untuk Purna Bakti Dan Arah Ke Depan
Dalam sambutannya, Sekdaprov juga menyampaikan pesan kepada ASN yang memasuki masa purna bakti agar tetap optimis dan aktif berkarya di tengah masyarakat. Menurutnya, purna bakti bukan akhir dari kreativitas dan pengabdian.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Lampung menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah Pornas XVIII Korpri Tahun 2027. Persiapan meliputi sarana olahraga, SDM, hingga dukungan lintas perangkat daerah.
Dengan rangkaian apresiasi ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya membangun ASN yang solid, berprestasi, dan tetap humanis, sejalan dengan harapan publik terhadap birokrasi yang lebih dekat dan bermakna.***






