SAIBETIK- Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lampung Selatan dipastikan berjalan sesuai regulasi pemerintah dan standar gizi nasional. SPPG Sabah Balau menegaskan seluruh tahapan program—mulai dari penyusunan menu, penganggaran hingga distribusi—telah mengikuti ketentuan resmi yang berlaku.
Pelaksanaan MBG Mengacu Regulasi Nasional
SPPG Sabah Balau menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG tidak dilakukan berdasarkan kebijakan sepihak. Program ini berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 serta petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional.
Perwakilan SPPG menyatakan penyusunan menu dilakukan melalui perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi anak sekolah.
“Seluruh menu disusun berdasarkan standar kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan mikronutrien. Kami bekerja bersama tenaga ahli gizi dalam setiap siklus evaluasi,” ujarnya.
Anggaran MBG Disesuaikan Standar Gizi
Dalam pelaksanaan Program MBG, pagu anggaran harian telah ditetapkan sesuai petunjuk teknis pemerintah. Besaran anggaran menjadi dasar perhitungan komposisi bahan pangan dengan tetap menjaga prinsip gizi seimbang.
SPPG Sabah Balau menegaskan bahwa nilai anggaran bukan sekadar nominal, tetapi telah dihitung untuk memenuhi standar kecukupan gizi siswa.
“Kami memastikan penggunaan anggaran tetap berorientasi pada kualitas gizi, bukan hanya kuantitas makanan,” jelas perwakilan SPPG.
Penyesuaian Menu Ramadan
Pelaksanaan Program MBG selama Ramadan mengalami penyesuaian bentuk menu. Kebijakan ini merujuk pada surat edaran resmi terkait pelayanan MBG selama bulan Ramadan dan hari libur nasional.
Penyesuaian dilakukan agar makanan lebih tahan lama dan praktis dibawa pulang tanpa mengurangi kandungan gizi.
“Penyesuaian bentuk makanan tidak berarti penurunan kualitas. Kandungan gizinya tetap dihitung dan dikontrol,” katanya.
Pengawasan Harian dan Evaluasi Terbuka
SPPG Sabah Balau menerapkan sistem pengawasan harian yang melibatkan kepala dapur, tenaga ahli gizi, serta pihak sekolah. Evaluasi rutin dilakukan berdasarkan masukan siswa dan orang tua.
Selain itu, standar kebersihan dan keamanan pangan diterapkan sesuai regulasi kesehatan yang berlaku.
“Kami terbuka terhadap kritik konstruktif dan siap melakukan evaluasi demi peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.
Komitmen Transparansi Pelaksanaan MBG
SPPG Sabah Balau menegaskan komitmennya menjalankan Program MBG secara profesional, transparan, dan akuntabel. Masyarakat diberikan ruang komunikasi langsung untuk memperoleh informasi yang valid mengenai pelaksanaan program.
“Kami berharap masyarakat dapat memverifikasi informasi secara langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman,” pungkasnya.***





