SAIBETIK- Komitmen menyerap tenaga kerja lokal kembali ditegaskan Surya Group melalui rencana pembangunan pabrik Rokok HS di Lampung Timur. Pabrik seluas dua hektare ini ditargetkan mampu membuka hingga 3.000 lapangan kerja, dengan prioritas warga sekitar lokasi pabrik.
CEO Surya Group sekaligus pimpinan Perusahaan Rokok HS, Muhammad Suryo, menyebut pembangunan pabrik di Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus ikhtiar membangun daerah asalnya.
“Targetnya Maret pabrik sudah selesai, dan April mulai perekrutan karyawan. Total kebutuhan sekitar 3.000 tenaga kerja,” kata Suryo dalam jumpa pers Hey Slank X HS: Berani Kita Beda di Azana Boutique Hotel Bandar Lampung, Sabtu, 17 Januari 2026.
Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Lampung Timur
Pembangunan pabrik Rokok HS di Lampung saat ini sudah berjalan. Suryo, yang lahir dan besar di Lampung Timur, menegaskan bahwa rekrutmen akan mengutamakan masyarakat di sekitar pabrik, termasuk membuka peluang bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, pengalaman masa kecil melihat tingginya angka pengangguran menjadi alasan kuat membangun industri di kampung halaman.
“Dulu banyak teman saya terpaksa merantau ke Jakarta karena sulit kerja. Lewat pabrik HS ini, saya ingin teman-teman di daerah bisa bekerja di kampung sendiri,” ujarnya.
Rekrut Tanpa Syarat Ijazah dan Pengalaman
Berbeda dari kebanyakan industri, Rokok HS menerapkan sistem perekrutan inklusif. Tidak ada syarat ijazah, batas usia, maupun pengalaman kerja. Yang utama adalah kemauan belajar dan disiplin.
“Saya juga memulai dari nol, tanpa koneksi dan pengalaman. Banyak orang terhambat kerja hanya karena syarat administrasi. HS ingin memberi kesempatan,” kata Suryo.
Para pekerja akan mendapat pelatihan profesional, mulai dari pemilihan tembakau, teknik pelintingan, hingga standar mutu produksi rokok. Selama masa pelatihan, peserta juga memperoleh uang saku Rp300 ribu.
Konser HS x Slank, Hiburan Sekaligus Sosialisasi Investasi
Rencana pembangunan pabrik Rokok HS di Lampung turut disosialisasikan lewat rangkaian konser Hey Slank X HS: Berani Kita Beda yang digelar di Stadion PKOR Way Halim, Bandar Lampung.
Seluruh personel Slank—Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka—hadir dalam jumpa pers. Konser ini menjadi rangkaian kelima setelah Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.
“HS bukan cuma bisnis, tapi movement. Saat ekonomi lagi susah dan banyak orang kehilangan kerja, kita dukung yang mau buka lapangan kerja,” kata Bimbim Slank.
Kaka menambahkan, Slank lama tak tampil di Lampung dan mengapresiasi HS yang membawa hiburan sekaligus dampak ekonomi bagi daerah.
UMKM dan Slankerspreneur Ikut Terlibat
Tak hanya industri besar, acara HS juga melibatkan pelaku UMKM dari komunitas Slankerspreneur. Mereka menampilkan merchandise resmi Slank, rilisan fisik, hingga produk kuliner dan gaya hidup.
Keterlibatan UMKM ini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang ingin dibangun Surya Group di berbagai daerah.
Jejak Bisnis Muhammad Suryo
Muhammad Suryo lahir di Lampung pada 27 Maret 1984. Setelah menamatkan pendidikan di Lampung Timur, ia merantau dan menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta. Di kota pelajar itu, ia merintis usaha dari nol, mulai dari air isi ulang hingga berkembang ke sektor konstruksi, migas, properti, penerbangan Fly Jaya, dan industri rokok.
Pada 2024, HS membuka pabrik di Muntilan, Magelang, yang awalnya hanya mempekerjakan 30 buruh linting dan kini berkembang pesat.**





