SAIBETIK- Mahasiswa KKN ITERA Kelompok 132 menghadirkan inovasi berbasis lingkungan melalui pembuatan Taman TOGA dan ecobrick sebagai upaya edukasi serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Edukasi Lingkungan Lewat Taman TOGA
Program KKN ITERA kembali menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Kali ini, Mahasiswa KKN ITERA Kelompok 132 menghadirkan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai sarana edukasi lingkungan sekaligus ruang hijau produktif.
Taman TOGA ditanami berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan serai yang mudah dibudidayakan dan bermanfaat bagi kesehatan keluarga. Kehadiran Taman TOGA tidak hanya memperindah lingkungan desa, tetapi juga memberikan pemahaman praktis tentang pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu anggota Mahasiswa KKN ITERA Kelompok 132 menyampaikan bahwa Taman TOGA dirancang sebagai ruang pembelajaran terbuka.
“Kami ingin Taman TOGA ini menjadi sarana edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Masyarakat bisa belajar langsung cara menanam dan memanfaatkan tanaman obat,” ujarnya.
Melalui Taman TOGA, Mahasiswa KKN ITERA berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya penghijauan dan kemandirian pangan berbasis rumah tangga.
Ecobrick, Solusi Sederhana Atasi Sampah Plastik
Selain Taman TOGA, Mahasiswa KKN ITERA juga memperkenalkan inovasi ecobrick sebagai alternatif pengelolaan sampah plastik. Program ecobrick dilakukan dengan mengumpulkan sampah plastik non-organik, kemudian memadatkannya ke dalam botol plastik hingga menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.
Kegiatan ecobrick ini menjadi bagian penting dari edukasi lingkungan karena memberikan solusi praktis dalam mengurangi limbah plastik rumah tangga. Mahasiswa KKN ITERA menjelaskan bahwa metode ecobrick mudah diterapkan dan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
“Ecobrick kami perkenalkan sebagai langkah kecil yang berdampak besar. Dengan kebiasaan sederhana, sampah plastik bisa dikurangi,” jelas salah satu mahasiswa.
Inisiatif ecobrick ini sekaligus mengajak masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kolaborasi dan Pembelajaran Bersama
Pelaksanaan program KKN ITERA mendapat dukungan dari perangkat desa dan masyarakat setempat. Kehadiran Mahasiswa KKN ITERA melalui program Taman TOGA dan ecobrick diharapkan mampu menjadi referensi kegiatan edukasi lingkungan yang bisa dilanjutkan secara mandiri.
Program ini menegaskan bahwa KKN ITERA bukan sekadar pengabdian formal, tetapi proses pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan.
Dengan Taman TOGA dan ecobrick, Mahasiswa KKN ITERA Kelompok 132 berupaya menghadirkan solusi aplikatif yang relevan, sederhana, dan berkelanjutan demi masa depan lingkungan desa yang lebih baik.***





