SAIBETIK- Mahasiswa KKN dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengolah limbah kebun menjadi briket bernilai ekonomi di Desa Harapan Rejo, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Pelatihan ini disambut antusias warga sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus peluang usaha baru.
Pemanfaatan Limbah Kebun Jadi Briket Bernilai Ekonomi
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM ITERA Kelompok 138 menghadirkan inovasi pengolahan limbah kebun menjadi briket bernilai ekonomi bagi masyarakat Desa Harapan Rejo. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani padi, jagung, kencur, dan singkong selama ini menghadapi persoalan penumpukan limbah organik seperti sekam padi, tongkol jagung, dan batang tanaman.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Institut Teknologi Sumatera mengajarkan cara mengolah limbah kebun menjadi briket bernilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Selain ramah lingkungan, briket dari limbah kebun juga memiliki potensi pasar apabila dikelola secara berkelompok.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan manfaat briket, peluang bisnisnya, hingga demonstrasi langsung proses produksi. Warga Desa Harapan Rejo juga mempraktikkan pembuatan briket bernilai ekonomi mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga proses pengeringan.
Dorong Pemberdayaan dan Usaha Berbasis Potensi Lokal
Ketua Kelompok KKN PPM ITERA 138, Frengki Marbun, menegaskan bahwa program pengolahan limbah kebun menjadi briket bernilai ekonomi dirancang sebagai langkah pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Program ini dirancang bukan sekadar sosialisasi, tetapi langkah awal pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Limbah kebun yang sebelumnya tidak bernilai bisa diolah menjadi produk bermanfaat dan berpeluang dipasarkan,” ujar Frengki Marbun, 19 Januari 2026.
Menurutnya, jika produksi briket bernilai ekonomi dilakukan secara konsisten dan terorganisir, maka Desa Harapan Rejo berpotensi mengembangkan usaha energi alternatif berbasis limbah pertanian.
Antusiasme Warga Desa Harapan Rejo
Antusiasme warga terlihat selama pelatihan berlangsung. Sejumlah petani mengaku tertarik untuk memproduksi briket bernilai ekonomi secara mandiri maupun dalam kelompok usaha desa. Mereka menilai inovasi ini mampu mengurangi limbah kebun sekaligus menambah penghasilan.
Mahasiswa KKN Institut Teknologi Sumatera berharap pelatihan ini menjadi awal terbentuknya desa mandiri berbasis energi alternatif dan pengelolaan limbah berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah kebun menjadi briket bernilai ekonomi, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan kesejahteraan petani.**








