• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Jumat, Januari 30, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Ketika Kekuasaan Membenci Aturan, Pendidikan Jadi Korban

Melda by Melda
30/01/2026
in Bandar lampung, PENDIDIKAN
Ketika Kekuasaan Membenci Aturan, Pendidikan Jadi Korban

SAIBETIK- Seorang ibu idealnya menjadi simbol perlindungan, kebijaksanaan, dan keberpihakan pada masa depan anak-anaknya. Namun ketika kekuasaan bertemu kepentingan, figur ibu justru bisa berubah menjadi metafora kegagalan: regulasi diabaikan, masa depan digadaikan, dan pendidikan diperlakukan sebagai angka statistik belaka.

Itulah kegelisahan yang mengemuka ketika kebijakan pendidikan dan anggaran kemiskinan dipersoalkan, sementara anak-anak yang telah menempuh tiga tahun masa sekolah justru dihadapkan pada realitas pahit—ijazah paket, bukan pengakuan formal sebagaimana mestinya.

Ibu, Kekuasaan, dan Kemiskinan yang Dipolitisasi

Kemiskinan sejatinya bukan identitas yang layak dieksploitasi. Ia adalah tantangan moral bagi penguasa: mampukah negara membangun kemandirian, atau justru menjadikan kemiskinan sebagai komoditas politik.

BeritaTerkait

No Content Available

Dalam catatan ini, sosok “ibu” hadir sebagai alegori penguasa yang memilih arogansi ketimbang empati. Regulasi dipandang sebagai penghambat, bukan pagar keadilan. Padahal, hukum dan kebijakan publik dirancang untuk melindungi hak paling dasar—termasuk hak anak atas pendidikan yang layak dan diakui negara.

Ketika Regulasi Dianggap Musuh

Alih-alih membuka ruang dialog, kritik justru dibalas dengan kemarahan. Pertanyaan publik dianggap ancaman, bukan peringatan. Sikap ini mencerminkan ketidakdewasaan dalam berkuasa: elektabilitas dikejar tanpa fondasi kredibilitas, popularitas dirawat tanpa integritas.

Dalam konteks pendidikan, pengabaian regulasi berujung fatal. Anak-anak yang telah menempuh proses belajar bertahun-tahun kehilangan pengakuan formal. Ijazah paket menjadi simbol kegagalan sistem, bukan kesalahan peserta didik.

Anak yang Kehilangan, Bukan Secara Fisik

“Di sini saya sebagai anak,” demikian suara batin yang muncul. Kehilangan ini bukan karena kematian, melainkan karena pengkhianatan nilai. Tidak masuk akal jika seorang ibu—atau penguasa—menggadaikan masa depan anak-anak demi citra politik dan keuntungan sempit bagi lingkar kekuasaan.

Kegelisahan ini menemukan bentuk paling nyata pada anak-anak di Norgia: tiga tahun bersekolah, namun tak memperoleh ijazah formal. Sebuah ironi yang pernah diucapkan ahli hukum dari negeri sepak bola, kini menjelma kenyataan yang menyesakkan.

Peringatan Moral bagi Penguasa

Catatan sastra ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan peringatan moral. Regulasi bukan musuh, kritik bukan ancaman, dan anak-anak bukan korban yang bisa dinegosiasikan. Ketika penguasa membenci aturan, yang hancur bukan hanya sistem—melainkan masa depan generasi.

“Pendidikan bukan proyek elektoral. Ia adalah janji negara kepada anak-anaknya,” ujar seorang pemerhati kebijakan publik yang menolak disebutkan namanya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: catatan sastrahak anak atas pendidikanijazah paketkritik kebijakan pendidikanregulasi dan kekuasaan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Benfica Menggila, Strategi Ekstrem Jose Mourinho Gegerkan Liga Champions

Next Post

Antara Air Mata dan Anggaran: Membaca Polemik SMA Siger

Next Post
Antara Air Mata dan Anggaran: Membaca Polemik SMA Siger

Antara Air Mata dan Anggaran: Membaca Polemik SMA Siger

Ekonomi Keluarga sebagai Fondasi Lampung Tengah Terang

Ekonomi Keluarga sebagai Fondasi Lampung Tengah Terang

Mahasiswa Polinela PKN di Pringsewu, Sekda Tekankan Pengabdian dan Integritas

Mahasiswa Polinela PKN di Pringsewu, Sekda Tekankan Pengabdian dan Integritas

DPRD Soroti BOSDA SMP Negeri Minim, SMA Swasta Siger Justru Dianggarkan

DPRD Soroti BOSDA SMP Negeri Minim, SMA Swasta Siger Justru Dianggarkan

No Result
View All Result

Berita Terbaru

DPRD Soroti BOSDA SMP Negeri Minim, SMA Swasta Siger Justru Dianggarkan

DPRD Soroti BOSDA SMP Negeri Minim, SMA Swasta Siger Justru Dianggarkan

30/01/2026
Mahasiswa Polinela PKN di Pringsewu, Sekda Tekankan Pengabdian dan Integritas

Mahasiswa Polinela PKN di Pringsewu, Sekda Tekankan Pengabdian dan Integritas

30/01/2026
Ekonomi Keluarga sebagai Fondasi Lampung Tengah Terang

Ekonomi Keluarga sebagai Fondasi Lampung Tengah Terang

30/01/2026
Antara Air Mata dan Anggaran: Membaca Polemik SMA Siger

Antara Air Mata dan Anggaran: Membaca Polemik SMA Siger

30/01/2026
Ketika Kekuasaan Membenci Aturan, Pendidikan Jadi Korban

Ketika Kekuasaan Membenci Aturan, Pendidikan Jadi Korban

30/01/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved