SAIBETIK- Peluang Deddy Amrullah untuk maju sebagai Wali Kota Bandar Lampung pada Pilkada 2029 kian terbuka. Wacana tersebut mengemuka seiring berakhirnya masa jabatan Eva Dwiana yang secara konstitusi tidak lagi dapat mencalonkan diri.
Meski Eva Dwiana tak bisa maju kembali, konstitusi tetap menjamin hak politik Deddy Amrullah untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah arah politik yang akan diambil: apakah Deddy Amrullah akan berhadapan dengan keluarga Herman HN, atau justru membangun koalisi dengan figur dari lingkaran tersebut.
Opsi Pasangan dan Dinamika Keluarga Politik
Salah satu skenario yang ramai dibicarakan adalah kemungkinan Deddy Amrullah berpasangan dengan Rahmawati Herdian, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI. Opsi ini dinilai menarik karena memadukan figur berpengalaman di eksekutif dengan representasi legislatif di tingkat nasional.
Preseden politik sebelumnya menunjukkan bahwa jabatan di DPR RI bukan halangan untuk kembali ke daerah. Hal itu tercermin dari langkah I Komang Koheri yang turun dari DPR RI untuk maju pada Pilkada 2024 sebagai calon Wakil Bupati Lampung Tengah dan berhasil memenangkan kontestasi bersama Ardito Wijaya.
Dukungan Elemen Masyarakat Mulai Muncul
Dukungan terhadap Deddy Amrullah juga mulai terlihat dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Ormas Laskar Muda Lampung (Ladam). Panglima Ladam, Misrul, menyebut tren politik saat ini cenderung menggabungkan figur senior dan generasi muda dalam satu paket kepemimpinan.
“Deddy Amrullah bisa saja berpasangan dengan Rahmawati. Tapi kalau Rahmawati yang maju sebagai Wali Kota melawan Deddy, perlu diingat, kemarin Eva Dwiana hanya menang dengan suara sekitar 50 persen lebih,” ujar Misrul, Selasa (3/2/2026).
Elektabilitas dan Catatan Kebijakan
Menurut Misrul, sejumlah kebijakan Eva Dwiana yang menuai kontroversi berpotensi memengaruhi elektabilitas keluarga Herman HN di Bandar Lampung. Ia menyoroti kritik publik terkait dana hibah untuk Kejati Lampung serta polemik SMA Swasta Siger.
“Itu bisa berdampak pada elektabilitas dan kredibilitas politik keluarga Herman. Karena itu, Rahmawati lebih tepat jika berada di posisi wakil mendampingi Deddy Amrullah,” tuturnya.
Meski demikian, analisis tersebut masih bersifat dinamis dan terbuka untuk diperdebatkan. Pilkada 2029 masih berjarak sekitar tiga tahun, sehingga konstelasi politik Bandar Lampung masih sangat mungkin berubah.***






