SAIBETIK— Pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Lampung menegaskan kesiapan sarana transportasi, pengendalian arus penyeberangan, serta percepatan perbaikan jalan provinsi guna menjamin perjalanan masyarakat aman dan lancar.
Rakor yang digelar di Kantor Gubernur Lampung itu dipimpin Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar. Hadir jajaran Forkopimda, pejabat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, serta kepala daerah kabupaten/kota se-Lampung.
Lampung sebagai gerbang utama Sumatera
Gubernur menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu masuk Pulau Sumatera dari Jawa. Setiap musim mudik, arus penyeberangan Pelabuhan Bakauheni menjadi fokus nasional.
“Lampung adalah entry gate masyarakat dari Jawa menuju Sumatera. Karena itu, kesiapan layanan dan infrastruktur harus dilakukan secara cermat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kebijakan pro masyarakat seperti diskon angkutan, program mudik gratis, serta kebijakan Work From Anywhere dan cuti bersama yang diperkirakan memecah kepadatan arus. Pemerintah provinsi juga menargetkan tidak ada lubang pada jalan provinsi menjelang puncak mudik, selaras dengan upaya percepatan penanganan jalan yang sebelumnya juga digencarkan menjelang Ramadan.
Strategi pengendalian arus dan teknologi tiket
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, melaporkan pergerakan penumpang pada Lebaran sebelumnya meningkat sekitar 10 persen di seluruh moda. Tantangan terbesar tetap pada sektor penyeberangan.
Untuk mengendalikan lonjakan kendaraan menuju pelabuhan, disiapkan delaying system melalui 10 titik buffer zone di jalan tol dan arteri. Selain itu, penguatan geofencing dan tiket elektronik Ferizy diterapkan agar kendaraan tanpa tiket tidak dapat memasuki radius pelabuhan.
“Dengan geofencing, kendaraan yang masuk sudah memiliki tiket sehingga antrean lebih tertib,” jelas Bambang.
Proyeksi nasional dan dukungan armada
Menteri Perhubungan menyampaikan potensi pergerakan nasional pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang. Lampung diproyeksikan menjadi tujuan favorit dari Jabodetabek dengan ratusan ribu pemudik.
Secara nasional disiapkan puluhan ribu bus, ratusan kapal laut dan penyeberangan, ribuan rangkaian kereta api, serta ratusan pesawat. Untuk lintas Jawa–Sumatera, lima jalur penyeberangan disiagakan, termasuk rute utama Pelabuhan Merak–Bakauheni dan jalur alternatif.
Pembatasan truk sumbu tiga ke atas diberlakukan tanpa diskresi selama masa angkutan Lebaran, kecuali kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan layanan darurat. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi cuaca ekstrem serta penguatan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api.
Sinergi lintas sektor untuk mudik aman
Rakor menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, BUMN, dan operator transportasi. Dengan kesiapan armada, infrastruktur, dan sistem pengendalian arus, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Lampung ditargetkan berlangsung aman, lancar, dan terkendali.***










