SAIBETIK- Dinas Perhubungan Provinsi Lampung memastikan kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dengan memperkuat pengendalian arus mudik dan balik. Strategi operasional disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Bakauheni serta meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Evaluasi arus 2025 jadi dasar strategi 2026
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyampaikan puncak arus Lebaran 2025 mencatat 170.994 penumpang dalam sehari di Pelabuhan Bakauheni. Total Angkutan Lebaran 2025 mencapai 1.694.484 penumpang atau naik sekitar 0,03 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Lonjakan di penyeberangan Bakauheni bahkan mencapai 41 kali lipat dibanding hari normal. Ini menjadi dasar penguatan pengendalian arus mudik dan balik tahun 2026,” ujarnya, Jumat (20/02/2026).
Strategi teknis pengendalian arus mudik dan balik
Untuk memastikan Angkutan Lebaran berjalan lancar, Dishub Lampung menerapkan sejumlah langkah, antara lain optimalisasi buffer zone, penerapan geofencing tiket Ferizy, sinkronisasi pembatasan angkutan barang, penyeragaman tarif tiket, serta sanksi tegas bagi pelanggaran.
Dishub juga menyiapkan mudik gratis sepeda motor rute Tanjung Priok–Panjang (PP) dan alternatif penyeberangan Panjang–Cigading guna mengurai kepadatan.
Penanganan titik rawan dan penguatan kapasitas moda
Dishub menyoroti persoalan truk sumbu tiga ke atas yang parkir menginap di rest area KM 20B Tol Bakauheni–Terbanggi Besar saat pembatasan angkutan barang.
“Parkir menginap mengurangi kapasitas rest area sehingga fungsi pelayanan tidak optimal. Pengawasan akan diperketat,” kata Bambang.
Dari sisi kapasitas, terdapat penambahan lima kapal dari total 66 armada penyeberangan. Layanan kereta api PSO rute Rajabasa–Kertapati juga ditingkatkan dari lima menjadi delapan rangkaian, dengan kapasitas naik dari 530 menjadi 848 kursi.
Di angkutan darat, empat terminal tipe B mulai beroperasi, sementara Bandara Radin Inten II kembali berstatus internasional untuk memperluas akses transportasi.
Target layanan aman dan efisien
Dishub Lampung menegaskan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 berfokus pada keselamatan, kelancaran, dan efisiensi layanan. Penguatan koordinasi lintas sektor diharapkan mampu menjaga stabilitas arus mudik dan balik di Provinsi Lampung.***










