• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Sabtu, Maret 28, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Panggung Sandiwara “CSR Penuh Berkah”, Korupsi Rasa Gotong Royong

Melda by Melda
11/11/2025
in Bandar lampung, HUKUM & KRIMINAL
Panggung Sandiwara “CSR Penuh Berkah”, Korupsi Rasa Gotong Royong

Oleh M. Iqbal Farochi, Mahasiswa Magister UNJ

SAIBETIK– Drama hukum Indonesia kembali mencuri perhatian publik. Kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) dan OJK menjadi sorotan utama, bukan hanya karena nominalnya yang fantastis, tetapi juga cara “pertunjukan” yang berjalan seolah sudah diatur skripnya. Alur cerita lengkap dengan pemeran utama yang masih berkeliaran bebas ini membuat publik bertanya-tanya: siapa yang benar-benar bertanggung jawab?

Tersangka kasus ini, anggota DPR RI Komisi XI Satori dan Heri Gunawan, hingga kini belum ditahan. Publik mempertanyakan logika di balik penanganan kasus ini. Bagaimana mungkin dana puluhan miliar yang berasal dari lembaga keuangan sekelas BI dan OJK bisa dicairkan dan digunakan tanpa pengawasan ketat, sementara penegak hukum tampak menunggu momentum tertentu untuk bertindak?

BeritaTerkait

Penegakan Hukum Tambang Ilegal Way Kanan Dinilai Belum Menyeluruh

Mantan Bupati Way Kanan dan Anggota DPR RI Meninggal Dunia

Panggung Komisi XI DPR RI menjadi pusat perhatian. Meski dana CSR seharusnya disalurkan melalui mekanisme kolektif, hanya dua orang yang menjadi tersangka. Sementara anggota komisi lainnya tetap “malaikat” yang menolak godaan dana berkah, seolah memperlihatkan integritas yang kokoh di tengah badai skandal.

Proses pemeriksaan yang lambat dan selektif ini dinilai publik bukan sekadar ketidaktepatan, tetapi strategi. Ada dugaan penegak hukum menunggu waktu yang tepat, entah pasca reses, menjelang Pilkada, atau saat situasi politik lebih stabil, untuk memeriksa anggota DPR lainnya. Sementara itu, dua tersangka utama menjadi sorotan kamera, menampilkan drama hukum yang terlihat “ramah” bagi elite politik.

Yang menarik, kasus ini memperlihatkan dinamika hubungan legislatif dan regulator. Gubernur BI dan pejabat OJK tetap terlihat terhormat, seolah urusan dana puluhan miliar hanyalah “receh” yang bisa diatur oleh mekanisme internal tanpa mengganggu stabilitas lembaga. Publik menilai, ada semacam “gotong royong” elite di balik layar yang menjaga keharmonisan sambil tetap mengamankan kepentingan pribadi.

Dari perspektif masyarakat, kasus CSR ini mengajarkan bahwa korupsi di Indonesia kini seperti seni pertunjukan: Penegak hukum, pejabat negara, dan anggota legislatif menjalankan peran masing-masing, sementara dana rakyat menjadi “pelumas” hubungan antar elite. Bukan sekadar penyalahgunaan, tetapi drama kompleks yang mencerminkan bagaimana kekuasaan, uang, dan integritas berjalan berdampingan dalam bingkai politik nasional.

Selain itu, kasus ini membuka pertanyaan penting soal akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana CSR di lembaga publik. Publik menuntut agar penegak hukum tidak berhenti pada dua tersangka saja, melainkan melakukan investigasi menyeluruh agar semua pihak yang terlibat bisa dipertanggungjawabkan.

Sistem hukum Indonesia, meski sering dikritik karena lambat dan selektif, tetap menjadi ujian bagi masyarakat sipil. Peran media, akademisi, dan penggiat anti-korupsi menjadi vital untuk memastikan cerita ini tidak berhenti hanya sebagai panggung sandiwara. Dana rakyat harus terlindungi, dan konsep “berkah” dalam CSR harus kembali ke tujuan awalnya: Membantu masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, bukan menjadi alat politik atau pelumas hubungan elite.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BI OJKDana RakyatDPR RIDrama HukumGotong Royong Elitehukum indonesiaKorupsi CSRPenegakan HukumSatori Heri GunawanSkandal Politik
ShareTweetSendShare
Previous Post

Lampung Selatan Raih Penghargaan Nasional, Bukti Sukses Integrasikan Pariwisata dan Ketahanan Pangan

Next Post

PPWI Gelar Seminar Nasional dan Rakernas HUT ke-18: Perkuat Peran Pewarta Warga di Era Digital

Next Post
PPWI Gelar Seminar Nasional dan Rakernas HUT ke-18: Perkuat Peran Pewarta Warga di Era Digital

PPWI Gelar Seminar Nasional dan Rakernas HUT ke-18: Perkuat Peran Pewarta Warga di Era Digital

Politisi Golkar Apresiasi Pengangkatan 10 Tokoh Menjadi Pahlawan Nasional, Termasuk H. Soeharto

Politisi Golkar Apresiasi Pengangkatan 10 Tokoh Menjadi Pahlawan Nasional, Termasuk H. Soeharto

SMAN 1 Padang Cermin Rayakan Hari Pahlawan dengan Karya Seni Spektakuler, Bangkitkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda

SMAN 1 Padang Cermin Rayakan Hari Pahlawan dengan Karya Seni Spektakuler, Bangkitkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda

Lampung Catat Inflasi Terendah Nasional, Bukti Pengendalian Harga Berjalan Efektif

Lampung Catat Inflasi Terendah Nasional, Bukti Pengendalian Harga Berjalan Efektif

Dibalik Layar SMA Siger Bandar Lampung: Dugaan Konflik Kepentingan, Aset Negara, dan Bayangan Politik Pendidikan

Dibalik Layar SMA Siger Bandar Lampung: Dugaan Konflik Kepentingan, Aset Negara, dan Bayangan Politik Pendidikan

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Arus Balik Sumatera–Jawa Stabil, Ratusan Ribu Penumpang Sudah Menyeberang

Arus Balik Sumatera–Jawa Stabil, Ratusan Ribu Penumpang Sudah Menyeberang

28/03/2026
Bupati Tanggamus: Tahun Kedua Harus Jadi Akselerasi Pembangunan

Bupati Tanggamus: Tahun Kedua Harus Jadi Akselerasi Pembangunan

28/03/2026
Penegakan Hukum Tambang Ilegal Way Kanan Dinilai Belum Menyeluruh

Penegakan Hukum Tambang Ilegal Way Kanan Dinilai Belum Menyeluruh

28/03/2026
Posko Angkutan Lebaran H+4: Tren Penumpang Turun, Truk dan Bus Mengalami Lonjakan

Posko Angkutan Lebaran H+4: Tren Penumpang Turun, Truk dan Bus Mengalami Lonjakan

27/03/2026
Warga Terdampak Gajah, Bupati Ela Dorong Program Berbasis Manfaat

Warga Terdampak Gajah, Bupati Ela Dorong Program Berbasis Manfaat

27/03/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved