• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Jumat, Juni 5, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Di Usia 68 Tahun, Paus Sastra Lampung Terus Berkarya dan Melahirkan Buku Baru

Melda by Melda
05/06/2026
in Bandar lampung, HIBURAN
Di Usia 68 Tahun, Paus Sastra Lampung Terus Berkarya dan Melahirkan Buku Baru

SAIBETIK- Genap berusia 68 tahun pada 5 Juni 2026, sastrawan Lampung Isbedy Stiawan ZS masih produktif berkarya. Saat ini ia sedang mempersiapkan buku puisi untuk merayakan ulang tahunnya.

“Sedang proses mendapatkan ISBN,” kata Isbedy yang dijuluki Paus Sastra Lampung oleh H.B. Jassin, Jumat 2026.

Buku yang diberi judul Puisi 68 tersebut menghimpun 68 puisi untuk menandai 68 tahun usia pengampu Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS.

BeritaTerkait

Isbedy Dapat Doa dan Apresiasi dari Keluarga hingga Warganet

“Hantam Goblok yang Kejam”, Puisi Satire yang Menampar Realitas Sosial

Diaktakan Isbedy, buku puisi yang diterbitkan Lampung Literature ini direncanakan akan diluncurkan sekaligus perayaan Milad 68 tahun dirinya. Ia akan mengundang seniman, pelajar, mahasiswa, serta politisi di Lampung. “Doakan rencanaku ini terkabul,” harapnya.

Produktivitas yang diimbangi kreatif Isbedy ini, ditunjukkan dengan karya-karya dan buku sastranya terbit. Seperti, tahun 2026 ini buku puisi dan kumpulan esai terbit, “Kenduri Sumatera” (puisi) dan “Noel di Kalur Whoosh, dan Catatan Lain” (esai). Serta yang tengah disiapkan “Puisi 68”.

Tahun 2025, buku puisi “Menungguku Tiba” telah diluncurkan dan didiskusikan di Universitas Padjadjaran Bandung. “Buku puisi saya ini dibahas oleh dua doktor bahasa dan sastra dari Unpad dam teater dari ISBI Bandung,” ujarnya.

Meski genap 68 tahun, penyair ini masih menjaga kreativitas berkarya. Karya-karyanya, terutama puisi, selalu ada pembaruan, baik ada pembaruan dalam pemilihan diksi atau mengangkat tema. Terbukti karya puisi Isbedy kerap menjuarai lomba cipta puisi. Di antaranya juara 1 Cipta Puisi Tiangkat ASEAN untuk puisi “79” dan juara 2 cipta puisi esai ASEAN buat puisinya “Wadas, Apakah Kita (Masih) Satu Tanah Air?”. Selain itu masuk sebagai nomine dalam berbagai lomba.

Sebuah puisinya tentang kemanusiaan lolos kurasi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Aceh, 22-28 Juni 2026. “Ya benar saya lolos. Tetapi saya masih terkendala untuk biaya keberangkatan. Panitia hanya menyiapkan akomodasi selama acara,” ungkapnya.

Kendala bagi sastrawan (seniman) ini, lanjutnya, sudah lama terjadi. Pemda tidak “menyisikan” dana buat seniman yang akan menghadiri undangan atau mengikuti event sastra di luar daerah.

Padahal, kata Isbedy lagi, dengan undangan dan kehadiran seniman ke suatu event di luar itu sebagai bagian promosi budaya daerah. “Saat saya hadir, yang tersebut adalah (asal atau dari) Lampung. Itu bagian promosi memperkenalkan Lampung di tingkat nasional atau intermasional. Promosi tidak terpaku pada politik atau ekonomi, tapi juga budaya yang di dalamnya adalah seni (sastra). Ini kerap dilupakan oleh penguasa,” katanya mengkritik kebijakan pemerintah.

Lewat event, misalnya PPN di Aceh, kita juga belajar cara mengelola sebuah pertemuan yang besar. “Mungkin saja suatu waktu Lampung ditunjuk menjadi tuan rumah acara yang diikuti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand ini, ya pemerintah mesti siap mendukung,” lanjut Isbedy yang pernah menjadi ketua pelaksana Festival Puisi Internasional Tegal Mas Island pada 2020 ini.

Dijelaskan Isbedy, meski pesimistis bisa ke Aceh dia tetap berupaya membuka ruang untuk audiensi ke Gubernur Mirza, Walikota Eva, dan pihak lain. “Untuk menunjukkan bahwa manusia memiliki upaya,” katanya.

Disinggung puisinya dalam buku “Puisi 68”, Isbedy Stiawan ZS menunjukkan sebuah puisi untuk disimak bersama. Inilah puisimya.

Isbedy Stiawan ZS

DI LUAR LANGIT…

berdua di ruang itu dan mata
menancap di tubuhtubuh buku. minta
kita kasihani. sebab sudah lama
jadi piatu; disanjung namun tak
dicintai

di luar langit menggantung di jubah
malam,
di ruang itu tubuhtubuh buku
semakin kesepian
telanjang; namun tangan
kita hanya saling menggenggam
menghitung debar jam
merekareka jalan impian

tak pernah masuk ke tubuhtubuh buku itu
yang memeram duka — ia nelangsa — seperti
seseorang ditinggal pacar
lalu wajah tampak terbakar

begitu garang kau
menjadi kuning oleh kemarau

seseorang yang sudah pergi
tak lagi mampir di ruang itu
membaca tubuhtubuh buku
yang dikafani…

28 April 2026

Source: MELDA
Tags: Isbedy Stiawan ZSLamban Sastra Isbedy Stiawan ZSPaus Sastra LampungPenyair IndonesiaPuisi 68sastra Indonesiasastrawan Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

TPA Bumiayu Over Kapasitas, Pemkab Pringsewu Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Next Post

Dramatis! Warga Lampung Utara Selamat Usai Jatuh ke Laut di Selat Sunda

Next Post
Dramatis! Warga Lampung Utara Selamat Usai Jatuh ke Laut di Selat Sunda

Dramatis! Warga Lampung Utara Selamat Usai Jatuh ke Laut di Selat Sunda

Pangkas Jarak Hingga 15 Kilometer, Jembatan Darusalam Jadi Harapan Baru Warga

Pangkas Jarak Hingga 15 Kilometer, Jembatan Darusalam Jadi Harapan Baru Warga

Kalapas Kalianda: Pembinaan Harus Melahirkan Kesadaran, Bukan Sekadar Kepatuhan

Kalapas Kalianda: Pembinaan Harus Melahirkan Kesadaran, Bukan Sekadar Kepatuhan

Ketika Media Bicara Keadilan, Tapi Pekerjanya Menunggu Pesangon

Ketika Media Bicara Keadilan, Tapi Pekerjanya Menunggu Pesangon

Abdul Gofur: Krisis Media Bukan Alasan Mengabaikan Hak Pekerja

Abdul Gofur: Krisis Media Bukan Alasan Mengabaikan Hak Pekerja

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Abdul Gofur: Krisis Media Bukan Alasan Mengabaikan Hak Pekerja

Abdul Gofur: Krisis Media Bukan Alasan Mengabaikan Hak Pekerja

05/06/2026
Ketika Media Bicara Keadilan, Tapi Pekerjanya Menunggu Pesangon

Ketika Media Bicara Keadilan, Tapi Pekerjanya Menunggu Pesangon

05/06/2026
Kalapas Kalianda: Pembinaan Harus Melahirkan Kesadaran, Bukan Sekadar Kepatuhan

Kalapas Kalianda: Pembinaan Harus Melahirkan Kesadaran, Bukan Sekadar Kepatuhan

05/06/2026
Pangkas Jarak Hingga 15 Kilometer, Jembatan Darusalam Jadi Harapan Baru Warga

Pangkas Jarak Hingga 15 Kilometer, Jembatan Darusalam Jadi Harapan Baru Warga

05/06/2026
Dramatis! Warga Lampung Utara Selamat Usai Jatuh ke Laut di Selat Sunda

Dramatis! Warga Lampung Utara Selamat Usai Jatuh ke Laut di Selat Sunda

05/06/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved