SAIBETIK- Agenda diskusi publik dan screening film dokumenter Pesta Babi dipastikan tetap digelar setelah panitia menetapkan lokasi final kegiatan di Rumah Kawan 2, Kedaton, Bandar Lampung.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Yasir Setiawan, yang menegaskan bahwa jadwal pelaksanaan tidak mengalami perubahan meskipun sebelumnya sempat terjadi beberapa kali perpindahan lokasi.
Menurut Yasir, hingga saat ini jumlah peserta yang telah terkonfirmasi hadir mencapai lebih dari 230 orang, terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum dari berbagai latar belakang.
“Kegiatan ini terbuka untuk siapa saja. Baik mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum. Namun kami tetap ingin mengedepankan ruang diskusi yang positif, sehat, dan terbuka,” ujar Yasir.
Ia menjelaskan, jumlah peserta yang telah terdata tersebut masih bersifat dinamis karena dimungkinkan adanya peserta yang berhalangan hadir maupun masyarakat yang datang langsung tanpa melakukan konfirmasi sebelumnya.
Panitia juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan tetap berjalan sesuai agenda yang telah disusun sebelumnya.
Dalam keterangannya, Yasir turut mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap isu sosial maupun ruang diskusi publik. Ia menilai keberanian berdialog dan bertukar gagasan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran sosial masyarakat.
Menurutnya, rasa takut sering kali memicu sikap diam dan ketidakpedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitar masyarakat.
“Ketika masyarakat mulai apatis, maka buah dari sikap itu bisa jadi tidak dirasakan hari ini, tetapi oleh generasi berikutnya,” katanya.
Panitia berharap kegiatan diskusi dan screening film tersebut dapat menjadi ruang edukasi publik yang sehat, terbuka, dan damai, sekaligus memperkuat budaya literasi, berpikir kritis, serta kepedulian sosial di kalangan masyarakat.
Film dokumenter Pesta Babi sendiri belakangan menjadi sorotan publik nasional setelah sejumlah agenda pemutaran dan diskusi di beberapa daerah mengalami penolakan maupun pembubaran.
Meski demikian, panitia menegaskan kegiatan di Bandar Lampung akan tetap dilaksanakan dengan mengedepankan semangat dialog terbuka dan edukatif.***









