SAIBETIK- Menghadapi musim mudik 2026 yang diprediksi menjadi salah satu puncak mobilitas terbesar, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan nasional di seluruh lintasan penyeberangan. Dengan estimasi pergerakan 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan, ASDP memastikan kesiapan armada, pengaturan pelabuhan, serta manajemen operasional guna memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2026.
Penguatan layanan diprioritaskan di lintasan strategis Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk sebagai jalur utama arus mudik dan balik.
Pembagian Pelabuhan dan Skema Kendaraan untuk Atasi Kepadatan
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa pembagian pelabuhan dilakukan untuk mengurangi kepadatan di lintasan utama selama periode mudik.
“Hanya dengan distribusi arus yang terukur, kita dapat menghindari penumpukan yang kerap terjadi di titik-titik utama,” ujar Aan.
Skema Arus Mudik Merak–Bakauheni (13–20 Maret 2026)
-
Melalui Merak: Pejalan kaki, golongan IVa, Va, VIa, IVb
-
Melalui Ciwandan: Golongan I, II, III, Vb, VIb (dua sumbu)
-
Melalui BBJ/Bojonegara: Golongan VIb (tiga sumbu), VII, VIII, IX
Pengaturan serupa diberlakukan kembali pada arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian sesuai tujuan kendaraan.
Ketapang–Gilimanuk Utamakan Penumpang dan Kendaraan Kecil
Pada lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Dermaga MB (13–29 Maret 2026), layanan difokuskan pada penumpang dan kendaraan kecil. Sementara kendaraan barang dialihkan menuju Dermaga LCM dan Bulusan.
Untuk mendukung distribusi logistik menuju NTB, trayek alternatif Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar juga disiapkan.
Penghentian Operasional Saat Nyepi
-
Ketapang: 18 Maret 17.00 – 20 Maret 06.00
-
Gilimanuk: 19 Maret 05.00 – 20 Maret 06.00
-
Lembar: 18 Maret 21.00 – 20 Maret 01.30
-
Padangbai: 19 Maret 04.00 – 20 Maret 11.30
Delaying System dan Pembatasan Radius Pembelian Tiket
Untuk menjaga alur perjalanan menuju pelabuhan agar lebih terkontrol, ASDP menerapkan delaying system melalui buffer zone di beberapa titik tol dan non-tol.
Terdapat pula pembatasan radius pembelian tiket:
-
Merak: 4,71 km
-
Bakauheni: 4,24 km
-
Ketapang: 2,65 km
-
Gilimanuk: 2 km
Kebijakan ini bertujuan menghindari penumpukan kendaraan tanpa tiket di area pelabuhan.
ASDP Siapkan Armada dan Penguatan Layanan Nasional
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kesiapan armada merupakan elemen paling penting dalam menghadapi puncak arus mudik.
“Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen ASDP dalam menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” ujar Heru.
Kesiapan Armada
-
Merak–Bakauheni: 28–33 kapal per hari
-
Ciwandan–Wika Beton: 9–12 kapal
-
BBJ Bojonegara–Muara Pilu: 10–12 kapal
-
Ketapang–Gilimanuk: 28–32 kapal
Penguatan Layanan Tambahan
-
Penambahan dermaga express
-
Optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis real time
-
Layanan pelanggan 24 jam
-
Penyediaan toilet portable
-
Peningkatan sistem penerangan pelabuhan
Diskon Tarif 100 Persen Jasa Pelabuhan dan Penerapan Single Tarif
Sebagai bentuk dukungan kelancaran mudik, ASDP siap menerapkan stimulus diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan yang setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan. Stimulus ini berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler maupun express.
ASDP juga menerapkan single tarif:
-
Merak: 13 Maret 12.00 – 20 Maret 15.00 WIB
-
Bakauheni: 23 Maret 00.00 – 29 Maret 24.00 WIB
Prediksi Lonjakan Penumpang dan Kendaraan
Proyeksi nasional ASDP untuk Angkutan Lebaran 2026 adalah:
-
5,8 juta penumpang atau naik 9,4 persen
-
1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen
ASDP meyakini bahwa seluruh kesiapan armada, infrastruktur, dan pengaturan operasional mampu menjaga kelancaran arus mudik dan balik, sekaligus memastikan kelancaran logistik nasional.
ASDP mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui Ferizy sejak H-60, datang sesuai jadwal, dan memastikan data penumpang diisi dengan benar untuk kebutuhan manifest.





