• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Jumat, April 24, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Membongkar Makna “Dengki Elit Politik” Lewat Perspektif Kritik Sastra

Melda by Melda
24/04/2026
in Bandar lampung, REDAKSI
Membongkar Makna “Dengki Elit Politik” Lewat Perspektif Kritik Sastra

SAIBETIK- Puisi Dengki Elit Politik menegaskan posisi Muhammad Alfariezie sebagai salah satu penyair muda Indonesia yang memiliki keberanian estetik sekaligus ketajaman sosial.

Karya ini tidak sekadar bermain pada wilayah imaji, tetapi menjadikan bahasa sebagai alat kritik yang menggugah kesadaran publik.

Dengan gaya yang cenderung surealis, Alfariezie mampu mengolah absurditas menjadi medium refleksi atas realitas yang justru terasa lebih ganjil daripada mimpi itu sendiri.

BeritaTerkait

Puisi Masuk Dunia Digital, Isbedy dan Syaifuddin Hadir di TikTok Talk Malam Ini

Ketika Janji Jadi “Surga”, Puisi Ini Bongkar Realitas Pahit Rakyat

Dengki Elit Politik

Anak kecil lompat ke pucuk pohon jati, lalu turun dengan kepala menjadi kaki

Rasanya tak mungkin terjadi, mungkin nyata dalam mimpi

Seperti kematian banjir dan warga Bandar Lampung tak lagi mendengki kepada elit politik yang kediamannya tak pernah wali kota usik meski rumahnya memanjang selebar sungai

Anak kecil menangis di bawah pohon jati karena lengannya sakit setelah ibu cubit

Itu bukan mimpi tapi peristiwa sahih seperti Wali Kota memberi 60 miliar buat Kejati tapi hanya keluar 5 miliar untuk lima ribuan korban banjir

2026

Dalam perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, citraan seperti “kepala menjadi kaki” mencerminkan dunia yang terdistorsi oleh tekanan sosial dan ketidakadilan yang terpendam dalam alam bawah sadar kolektif.

Alfariezie tidak menarasikan realitas secara langsung, melainkan memutarbalikkannya untuk memperlihatkan betapa realitas itu sendiri telah kehilangan logika kemanusiaannya.

Ini adalah kekuatan khas penyair yang tidak hanya merekam, tetapi juga menafsirkan zaman.

Dari sudut pandang formalisme Viktor Shklovsky, teknik defamiliarisasi yang digunakan Alfariezie tampak dominan.

Ia membuat yang biasa menjadi asing agar pembaca tidak lagi melihat kenyataan dengan cara yang tumpul.

Peristiwa sosial seperti banjir, ketimpangan anggaran, dan relasi kuasa elit politik dihadirkan dalam bentuk metafora yang mengguncang, sehingga pembaca dipaksa untuk berhenti dan berpikir ulang.

Secara ideologis, puisi ini juga memperlihatkan kesadaran kelas yang kuat sebagaimana dibahas oleh Karl Marx. Alfariezie memosisikan dirinya di tengah suara rakyat yang terpinggirkan, memperlihatkan jurang antara kekuasaan dan penderitaan.

Penyebutan angka-angka konkret seperti “60 miliar” dan “5 miliar” bukan sekadar detail, melainkan strategi retoris untuk mempertegas ironi dan ketimpangan yang terjadi.

Dalam pendekatan semiotik Roland Barthes, simbol-simbol dalam puisi ini bekerja sebagai sistem tanda yang kaya makna.

“Pohon jati” sebagai lambang kekuasaan yang kokoh, “anak kecil” sebagai representasi rakyat kecil, hingga peristiwa domestik yang sederhana namun menyakitkan, semuanya membentuk jaringan makna yang saling berkelindan.

Alfariezie menunjukkan kematangan dalam mengelola simbol tanpa kehilangan daya pukul emosionalnya.

Lebih jauh, jika dibaca melalui konsep symbolic violence dari Pierre Bourdieu, puisi ini mengungkap bagaimana kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk yang kasat mata.

Ia bisa hadir dalam kebijakan, dalam pembiaran, bahkan dalam relasi sehari-hari yang tampak sepele.

Alfariezie berhasil menjahit antara tragedi publik dan luka personal, menjadikan puisinya terasa intim sekaligus politis.

Dengan demikian, Dengki Elit Politik bukan hanya bukti kepiawaian teknis, tetapi juga kedalaman visi seorang Muhammad Alfariezie.

Ia tampil sebagai penyair berbakat yang tidak ragu menabrak batas konvensi demi menyampaikan kegelisahan zamannya.

Karya ini memperlihatkan bahwa puisi masih memiliki daya untuk mengguncang, menyadarkan, dan menjadi suara bagi mereka yang kerap tak terdengar.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Analisis PuisiKritik SastraKritik SosialMuhammad AlfarieziePuisi Indonesiasastra kontemporer
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aset dan Dana Rp500 Juta Belum Tuntas, Dirut dan Dewas Perumda Lambar Disorot

No Result
View All Result

Berita Terbaru

Membongkar Makna “Dengki Elit Politik” Lewat Perspektif Kritik Sastra

Membongkar Makna “Dengki Elit Politik” Lewat Perspektif Kritik Sastra

24/04/2026
Aset dan Dana Rp500 Juta Belum Tuntas, Dirut dan Dewas Perumda Lambar Disorot

Aset dan Dana Rp500 Juta Belum Tuntas, Dirut dan Dewas Perumda Lambar Disorot

24/04/2026
Ramdhan Buka Akses Informasi, BOSDA Siap Disalurkan Bulan Depan

Ramdhan Buka Akses Informasi, BOSDA Siap Disalurkan Bulan Depan

24/04/2026
Dana PI Cair, PT LEB Masuk Masa Panen tapi Berujung Kontroversi

Dana PI Cair, PT LEB Masuk Masa Panen tapi Berujung Kontroversi

24/04/2026
Polemik Perumda Limau Kunci, Sekda Sebut Belum Ada Laporan Resmi Masuk

Polemik Perumda Limau Kunci, Sekda Sebut Belum Ada Laporan Resmi Masuk

24/04/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved