SAIBETIK- Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana disindir publik dan Panglima Laskar Muda Lampung, Misrul, terkait kondisi jalan rusak yang terbengkalai, sementara anggaran hibah dialirkan ke proyek lain.
Boomerang Politik dan Infrastruktur Kota Bandar Lampung
Dua tahun berlalu, lubang jalan di sejumlah wilayah Bandar Lampung masih mengancam keselamatan pengendara, menjadi sorotan tajam publik dan pengamat.
Kritik terhadap wali kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, kembali mencuat menyusul kondisi jalanan di Kota Bandar Lampung yang rusak parah. Sindiran ini mengacu pada debat Pilkada 2024, ketika Eva menyarankan paslon Reihana untuk lebih sering “jalan-jalan” ke Bandar Lampung. Kini, boomerang itu justru kembali mengenai kepemimpinan Eva.
Tim liputan menemukan lubang jalan cukup luas dan dalam di wilayah Tanjungkarang Barat, Jl. Pulau Damar, Way Dadi, dan Sukarame, Rabu, 25 Februari 2026. Pedagang setempat mengungkap kondisi ini telah bertahan lebih dari dua tahun.
“Kalau lubang itu (di depan tempat dagang) sudah dua tahunan-lah begitu-begitu saja,” ujar seorang pedagang es kelapa muda.
Ironisnya, di saat perbaikan infrastruktur terpinggirkan dengan dalih efisiensi anggaran, Pemkot Bandar Lampung justru menyalurkan dana hibah untuk wisata rohani dan pembangunan gedung Kejati Lampung, termasuk dana sebesar Rp5,9 miliar dari total Rp60 miliar yang terindikasi belum melalui ketetapan BPK.
Panglima Laskar Muda Lampung, Misrul, menyindir Eva Dwiana:
“Sepertinya Wali Kota Bandar Lampung harus sering jalan-jalan, supaya paham mana prioritas mana yang untuk rakyat.”
Dugaan sementara, aliran dana ke Kejati Lampung dilakukan agar pembangunan proyek tidak mangkrak. Namun, prioritas ini menimbulkan pertanyaan: mengapa keselamatan warga dan kenyamanan lalu lintas tidak menjadi fokus utama?
Redaksi telah memberi hak jawab kepada Plt Kepala BKAD Desti Mega Putri dan Kasipenkum Kejati Lampung Ricky, tetapi tidak ada klarifikasi yang diberikan.***





