SAIBETIK- Momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 M dimaknai sebagai ajakan memperkuat persaudaraan dan toleransi. Ketua Perhimpunan Bela Diri Indonesia Kabupaten Lampung Selatan, Dr. (c). Sriyanto S.Sy., M.Ag., menyampaikan doa dan harapan damai bagi umat Khonghucu serta seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Lampung Selatan.
Imlek sebagai Momentum Kebajikan
Sriyanto menegaskan, Tahun Baru Imlek bukan sekadar perayaan budaya, melainkan refleksi untuk memperbarui tekad, menanam kebajikan, dan memperkuat harmoni sosial.
“Tahun Baru Imlek adalah momentum untuk memperbaharui tekad, memperkuat persaudaraan, dan menanam kebajikan. Kekuatan sejati bukan mengalahkan orang lain, tetapi mengalahkan ego dan menjaga kehormatan dengan kasih sayang,” ujarnya.
Ajakan Sinergi dan Pelayanan Sosial
Ia mengajak seluruh anggota, sahabat, dan mitra kerja PBDI menjadikan Imlek sebagai titik tolak memperkuat kerja sama lintas elemen masyarakat.
“Mari bersinergi dalam kegiatan sosial, pendidikan, pembinaan generasi muda, serta pelayanan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang. Perbedaan bukan jurang pemisah, melainkan jembatan persaudaraan,” kata Sriyanto.
Harapan untuk Indonesia yang Harmonis
Menurutnya, persaudaraan yang dijaga dan toleransi yang dirawat akan memperkokoh bangsa menghadapi tantangan zaman. Ia pun menyampaikan doa agar kedamaian, kesehatan, dan keberkahan menyertai seluruh masyarakat.
“Semoga cahaya kebajikan menerangi langkah kita, rumah dipenuhi kebahagiaan, dan persaudaraan semakin abadi,” pungkasnya.
Makna Nilai Imlek dalam Bela Diri
Sriyanto menilai nilai Imlek—bakti kepada orang tua, hormat kepada sesama, kepedulian sosial, dan ketulusan—selaras dengan prinsip luhur bela diri Indonesia: disiplin, kehormatan, persatuan, dan tanggung jawab sosial.***





