SAIBETIK- Aksi kreatif warga yang menyulap jalan rusak menjadi “Telaga Sewu” di Kecamatan Purbolinggo memicu respons cepat pemerintah. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama masyarakat melakukan perbaikan sementara, sementara perbaikan permanen dipastikan masuk prioritas anggaran 2026.
Aksi sindiran berubah jadi kolaborasi
Jalan rusak di Kabupaten Lampung Timur sempat viral setelah warga menamai genangan besar di badan jalan sebagai “Telaga Sewu”. Dalam video yang beredar, lubang jalan berdiameter lebar tampak menyerupai kolam kecil, lengkap dengan papan “Grand Opening” sebagai simbol protes atas kerusakan yang lama tak tertangani.
Suprayitno, warga setempat, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk aspirasi sekaligus pemantik kebersamaan.
“Ini bentuk aspirasi masyarakat yang berharap ada perhatian nyata terhadap kondisi jalan,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Keluhan warga menyebut kerusakan jalan mengganggu akses penghubung menuju Kota Metro dan Sukadana. Warga menilai jika tidak segera diperbaiki, mobilitas ekonomi dan aktivitas harian berpotensi terganggu.
Respons cepat pemerintah daerah
Menanggapi viralnya kondisi tersebut, Bupati Ela Siti Nuryamah memastikan pemerintah telah menginstruksikan penanganan awal berupa penimbunan lubang jalan.
“Pemerintah daerah langsung merespons. Dinas terkait kami perintahkan menutup lubang yang ada sebagai langkah awal,” tegasnya, Minggu (15/2/2026).
Ia menambahkan, ruas jalan yang dikeluhkan warga telah masuk dalam perencanaan pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2026 dan akan diperbaiki bertahap sesuai skala prioritas.
Kritik kreatif dorong percepatan perbaikan
Pemkab mengapresiasi partisipasi masyarakat dan media yang dinilai membantu penyampaian informasi lapangan secara cepat dan faktual. Pemerintah menilai kritik kreatif warga menjadi pemicu percepatan respons sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan.
“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat. Infrastruktur tetap menjadi prioritas pembangunan daerah,” ujar Ela.***









