• Redaksi
  • Tentang Kami
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
No Result
View All Result
Saibetik.com
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN
Minggu, Februari 15, 2026
No Result
View All Result
Saibetik.com
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar lampung

Jalan Panjang Kepenyairan Udo Z Karzi Bermula dari Smanda

Melda by Melda
14/02/2026
in Bandar lampung, PENDIDIKAN
Jalan Panjang Kepenyairan Udo Z Karzi Bermula dari Smanda

Oleh Affan Zaldi Erya

SAIBETIK- Jejak kepenyairan tidak lahir dalam sekejap. Dari lorong kelas hingga lorong batin yang penuh kegelisahan, delapan puisi masa remaja menjadi fondasi penting perjalanan sastra yang kini diakui dalam khazanah sastra Lampung modern.


Awal Kepenyairan dari Bangku Sekolah

Sebelum dikenal luas sebagai penyair Lampung, Udo Z Karzi adalah seorang remaja yang diam-diam menulis puisi tentang kegelisahan, cinta, kegagalan, hingga Tuhan. Delapan puisi yang ditulis antara 1986–1989 dan terangkum dalam buku Kesibukan Membuat Sejarah: 100 Sajak (1987–2025) menjadi bukti awal proses kepenyairan tersebut.

Puisi seperti Damba, 1 menghadirkan kesadaran eksistensial seorang pelajar:

“aku masih barang belum jadi.”

Pengakuan ini mencerminkan fase pencarian identitas yang jujur—sebuah titik awal kepenyairan yang tidak dibangun dari kematangan, melainkan dari keraguan.

BeritaTerkait

Ketika Bahasa Jadi Objek Kritik, Puisi Reflektif Ini Sentil Relasi Sosial

Ketika Bandar Lampung Disamakan dengan Kaleng Bir: Kritik Tajam Penyair Muda


Kegelisahan Remaja yang Menjadi Puisi

Dalam Damba, 2, pengulangan kata “nanti” menggambarkan pergulatan antara keinginan bertindak dan ketakutan memulai. Ini memperlihatkan bagaimana kepenyairan Udo Z Karzi tumbuh dari pengalaman batin yang sangat manusiawi.

Puisi-puisi awal tersebut pertama kali dimuat di majalah dinding sekolah, sebelum akhirnya menembus media di Jakarta. Bagi seorang pelajar akhir 1980-an, publikasi di luar daerah menjadi pijakan penting dalam membangun kepercayaan diri kreatif.


Dari Luka Cinta ke Kesadaran Hidup

Puisi seperti Hampa dan Bunga Mawar menandai pergeseran tema dari pencarian diri menuju pengalaman emosional.

Kesedihan digambarkan melalui lanskap ruang:

  • Jalan
  • Lapangan
  • Rumah panggung

Ruang menjadi simbol batin. Dunia luar tidak lagi netral, tetapi bersekutu dengan perasaan.

Dalam Resah, kepenyairan mulai berkembang melalui penciptaan suasana, bukan sekadar pernyataan langsung.


Jalan Panjang Menuju Kedewasaan

Puisi Dan Jalan Masih Akan Panjang Lagi menjadi titik balik penting.

“Aku tidak ingin binasa di sini.”

Kalimat ini menunjukkan lahirnya tekad baru. Kepenyairan tidak lagi didominasi keluhan, tetapi kesadaran untuk bangkit.

Lingkungan sekolah turut berperan dalam perjalanan ini. Dukungan teman sekelas, termasuk dari , mendorong Udo mengikuti lomba baca puisi.

“Meskipun tak menang, saya menjadi lebih terpacu menekuri bahkan ‘mabok puisi’,” kenangnya.

Kekalahan justru menjadi awal ketekunan dalam kepenyairan.


Dari Pencarian Diri ke Pencarian Tuhan

Puisi Kucari menandai fase spiritual dalam kepenyairan Udo Z Karzi.

Repetisi “kucari” menghadirkan ritme doa—sebuah transisi dari kegelisahan duniawi menuju pencarian ilahiah.

Jika dibaca sebagai satu kesatuan, delapan puisi ini menunjukkan alur perjalanan:

  • Krisis identitas
  • Luka cinta
  • Kesadaran waktu
  • Pencarian Tuhan

Kepenyairan tumbuh sebagai proses, bukan hasil instan.


Kepenyairan sebagai Proses, Bukan Lonjakan

Atmosfer kreatif di Smanda pada akhir 1980-an turut membentuk perjalanan ini. Majalah dinding dan komunitas pelajar menjadi ruang dialektika estetik.

Secara teknis, puisi-puisi awal tersebut memang masih sederhana. Namun justru di situlah letak kekuatannya—kejujuran.

Kepenyairan Udo Z Karzi lahir dari kebutuhan batin, bukan ambisi reputasi.

Dari lorong sekolah hingga lorong batin, perjalanan panjang itu membuktikan satu hal:

Setiap penyair pernah berada pada fase “belum jadi”.***

Source: UDO Z KARZI
Tags: * Sastra LampungKepenyairan LampungSMAN 2 Bandar LampungUdo Z Karzi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Apindo Lampung Dorong Pemanfaatan Rute Internasional untuk Ekspor UMKM

Next Post

Audit Internal Disorot: Tata Kelola Fiskal Pemerintah Kota Bandar Lampung Dipertanyakan

Next Post
Audit Internal Disorot: Tata Kelola Fiskal Pemerintah Kota Bandar Lampung Dipertanyakan

Audit Internal Disorot: Tata Kelola Fiskal Pemerintah Kota Bandar Lampung Dipertanyakan

Promosi Digital dan UMKM Lokal Tampil dalam Kunjungan Kerja Nasional

Promosi Digital dan UMKM Lokal Tampil dalam Kunjungan Kerja Nasional

Pemkab Lampung Selatan Prioritaskan Ekonomi Desa dalam Musrenbang 2027

Pemkab Lampung Selatan Prioritaskan Ekonomi Desa dalam Musrenbang 2027

Aksi Penyerangan di Dalam Toko Berakhir, Polisi Ungkap Kronologi dan Motif

Aksi Penyerangan di Dalam Toko Berakhir, Polisi Ungkap Kronologi dan Motif

Dana BOSDA Tersendat, Honorer Tanpa NUPTK Terancam Tak Digaji

Dana BOSDA Tersendat, Honorer Tanpa NUPTK Terancam Tak Digaji

No Result
View All Result

Berita Terbaru

GMNI Metro Peringatkan Risiko Intervensi Politik Jika Polri di Bawah Menteri

GMNI Metro Peringatkan Risiko Intervensi Politik Jika Polri di Bawah Menteri

14/02/2026
Dakwaan Dipersoalkan, Kejari Bandarlampung Diuji Lewat Eksepsi

Dakwaan Dipersoalkan, Kejari Bandarlampung Diuji Lewat Eksepsi

14/02/2026
Donor Darah Jelang Puasa, PMI Kabupaten Pringsewu Apresiasi Antusiasme Warga

Donor Darah Jelang Puasa, PMI Kabupaten Pringsewu Apresiasi Antusiasme Warga

14/02/2026
Dana BOSDA Tersendat, Honorer Tanpa NUPTK Terancam Tak Digaji

Dana BOSDA Tersendat, Honorer Tanpa NUPTK Terancam Tak Digaji

14/02/2026
Aksi Penyerangan di Dalam Toko Berakhir, Polisi Ungkap Kronologi dan Motif

Aksi Penyerangan di Dalam Toko Berakhir, Polisi Ungkap Kronologi dan Motif

14/02/2026
Saibetik.com

Saibetik.com bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan, mengajak masyarakat hidup sehat. Dengan membaca saibetik bisa lebih smart, trendy dan gaul.

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • POLITIK
  • LAMPUNG
    • Bandar lampung
    • Lampung Barat
    • lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pesisir Barat
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • NASIONAL
  • HUKUM & KRIMINAL
  • BISNIS DAN KEUANGAN

© 2024 Saibetik.com - All Right Reserved