SAIBETIK- Sebanyak 140 warga pesisir di Kabupaten Pesawaran mengikuti Diklat DPM AFF (Advanced Fire Fighting) Sungai dan Danau Angkatan I. Program ini menjadi terobosan baru di Pesawaran untuk memperkuat keselamatan transportasi air dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayah pesisir.
Diklat DPM AFF Pertama Kali Digelar di Pesawaran
Diklat DPM AFF digelar selama tiga hari, 11–13 Februari 2026, di Balai Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang, Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran, serta Pemerintah Desa Hanura.
Kepala Desa Hanura, Rio Remota, menyebut Diklat DPM AFF ini sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan peningkatan keselamatan transportasi air di daerah pesisir.
“Diklat ini angkatan I tahun 2026, hasil kolaborasi Poltektrans SDP Palembang dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Desa Hanura,” ujar Rio, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, terobosan baru di Pesawaran ini penting karena wilayah tersebut memiliki garis pantai panjang, aliran sungai, serta potensi wisata bahari yang terus berkembang.
Latihan Advanced Fire Fighting untuk Respons Darurat
Dalam Diklat DPM AFF, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik lapangan dan simulasi kondisi darurat. Mereka dilatih menangani kebakaran di atas kapal maupun di perairan terbuka seperti sungai dan danau.
“Simulasi ini melatih respons cepat saat terjadi kondisi darurat di kapal atau perairan,” jelas Rio.
Sebagian besar peserta merupakan warga yang menggantungkan hidup pada sektor transportasi air dan wisata bahari. Dengan Diklat DPM AFF ini, mereka dibekali kemampuan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik pemadaman lanjutan, hingga prosedur evakuasi penumpang.
Ujang, peserta asal Desa Cilimus, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya.
“Selama ini kami hanya mengandalkan pengalaman. Sekarang jadi tahu prosedur yang benar, mulai dari penggunaan APAR sampai evakuasi,” katanya.
Komitmen Berkelanjutan dari Poltektrans dan Pemkab
Direktur Poltektrans SDP Palembang, Dr Ir Eko Nugroho Widjatmoko MM IPM ASEAN Eng M.Mar.E, menegaskan Diklat DPM AFF akan digelar berkelanjutan.
“Materi mencakup pencegahan kebakaran, teknik pemadaman lanjutan, penggunaan peralatan keselamatan hingga koordinasi tanggap darurat. Standarnya sama seperti pelatihan awak kapal profesional,” jelasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran, Achmad Fajar, menilai peningkatan kompetensi melalui Diklat DPM AFF menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan dan ketertiban transportasi sungai dan danau.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pesawaran, Marzuki, menyebut terobosan baru di Pesawaran ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Perkuat Keselamatan dan Ekonomi Pesisir
Risiko kebakaran di kapal menjadi salah satu ancaman serius dalam transportasi air. Percikan mesin, korsleting listrik, hingga kebocoran bahan bakar dapat memicu insiden fatal, terutama di perairan dengan akses terbatas.
Melalui Diklat DPM AFF, 140 warga pesisir kini memiliki sertifikat Advanced Fire Fighting (AFF) sebagai bukti kompetensi. Pemerintah Desa Hanura bahkan berharap wilayahnya dapat menjadi home base pelaksanaan Diklat DPM AFF di masa mendatang.
Terobosan baru di Pesawaran ini dinilai sebagai langkah konkret memperkuat keselamatan pelayaran sekaligus mendukung pertumbuhan sektor wisata bahari dan transportasi perairan yang kian berkembang.***










